Page 400 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 400

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    terakhir,  ajaran-ajaran  Nabi  tidak  pernah  disebarkan  lewat  kegiatan  meng-
                 Teori sejarah                                         6
              Islam—meminjam        Islamkan orang secara terorganisasi”.  Rupanya, di mata Vlekke, dakwah adalah
              Karl Popper—telah     kegiatan teroganisir seperti di zaman modern yang banyak berdiri organisasi
               “memfalsifikasi”     Islam. Bagi Vlekke, masuk Islamnya orang-orang Nusantara tidak melalui
             berbagai pandangan     proses pengislaman melainkan melalui proses penyatuan yang alami dalam
                sekular seperti
             misalnya materialisme   pergaulan yang kemudian mereka menjadi Muslim yang tanpa mereka sadari,
             historisnya Karl Marx   melalui kepengikutan atau mengikuti contoh. Selain itu, juga murni karena
             bahwa sejarah umat     pertimbangan politik. 7
             manusia digerakkan
               oleh kepentingan
               ekonomi melalui      Pandangan Arnold di atas  menjadi sangat  sentral karena telah  menegaskan
              pertentangan kelas    bahwa sejarah Islam berkembang di atas landasan spiritualitas dan semangat
             (class conflict) untuk
             memperebutkan aset-    keagamaan (ghirah) kaum Muslimin. Dengan demikian, teori sejarah Islam—
                                                                                  8
            aset produksi (modes of   meminjam Karl Popper—telah “memfalsifikasi”  berbagai pandangan sekular
                 production)        seperti misalnya materialisme historisnya Karl Marx bahwa sejarah umat manusia
                                    digerakkan oleh kepentingan ekonomi melalui pertentangan kelas (class conflict)
                                    untuk memperebutkan aset-aset produksi (modes of production). 9

                                    Müller tidak salah dalam mengklasifikasi agama dan Arnold benar dalam melihat
                                    Islam. Sejak kelahirannya, Islam memang merupakan agama dakwah yang
                                    tidak lepas dari kepentingan menyebarkan ajarannya ke berbagai komunitas
                                    dan lapisan masyarakat dari lingkungan terdekat hingga ke yang paling jauh.
                                    Bukan hanya  ciri  khas, tapi  seperti kata  Meuleman,  “dakwah  has been an
                                    important aspect of this religion and dakwah activities have always been highly
             Dalam Islam, dakwah    appreciated  in Muslim  societies.”  Ratusan  ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi
                                                                     10
              adalah kewajiban
            pemeluknya berkaitan    berisi seruan ajakan pada manusia untuk beriman kepada Allah Tuhan Semesta
               dengan jaminan       Alam dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir
              kebenaran agama-
             Nya yang ditegaskan    yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam Islam, dakwah
             langsung oleh Tuhan    adalah kewajiban pemeluknya berkaitan dengan jaminan kebenaran agama-
            dalam sekitar 165 ayat   Nya yang ditegaskan langsung oleh Tuhan dalam sekitar 165 ayat Al-Qur’an
              Al-Qur’an dengan      dengan ungkapan yang beragam. Dakwah adalah aktifitas profetis penyebaran
               ungkapan yang
              beragam. Dakwah       kebenaran yang menyangkut keselamatan hidup manusia (salvation) yang harus
            adalah aktifitas profetis   disampaikan kepada siapa saja yang belum menerimanya seperti ditegaskan
            penyebaran kebenaran    oleh Nabi Muhammad SAW sendiri: “Ballighû ‘anni walau âyah” (Sampaikanlah
              yang menyangkut
              keselamatan hidup     apa-apa yang berasal dariku walau hanya satu ayat). Atas dasar itu, Islam telah
              manusia (salvation)   berkembang selama 14 abad dan menyebar ke berbagai penjuru bumi. Di zaman
                 yang harus         modern, muncul ratusan organisasi-organisasi dakwah di seluruh dunia yang
             disampaikan kepada
             siapa saja yang belum   terdapat di berbagai negara, di antara yang terkenal dan menginternasional
             menerimanya seperti    adalah Ahmadiyah di India (berdiri 1889), Jam’iyyah al- Da’wah wa-al-Irshad
             ditegaskan oleh Nabi   di Kairo oleh Rasyid Ridha (1911), Jama’ah Tabligh di India (1926), Ikhwanul
               Muhammad SAW
               sendiri: “Ballighû   Muslimun  di  Mesir  (1928),  dan  Rabithah  ‘Alam  Islami  (1962).  Di  Indonesia,
                                                                                                             11
              ‘anni walau âyah”     berdiri al-Irshad dan Jami’atul Khair (1905) oleh komunitas Arab di Batavia.
            (Sampaikanlah apa-apa   Kemudian Persyarikatan Ulama (1911), Muhammadiyah (1912), Persis (1923),
              yang berasal dariku
            walau hanya satu ayat).  Nahdlatul  Ulama  (1926),  Jami’atul  Washliyah  (1930)  di  Medan  dan  lain-lain
                                    dengan karakter, orientasi dan kecenderungannya yang beragam.







                    384
   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405