Page 75 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 75
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1985, 7 April: LAKPESDAM NU didirikan. Bermarkas di Jakarta, lembaga ini lahir
dari rahim Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU), tepatnya ketika
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memimpin NU. LAKPESDAM
memfokuskan kegiatan pada community development
1985: Pemerintah secara resmi menyeragamkan ideologi partai dan
organisasi di Indonesia dengan menggunakan Pancasila sebagai
satu-satunya azas. Golkar juga berhasil mengajak ormas-ormas
Islam untuk mendukungnya
1986: Pelaksanaan kongres HMI di Padang
1986: Penerbit Gema Insani Press (GIP) didirikan di Jakarta oleh Umar
Basyarahil. Dengan motto “Penerbit Buku Andalan”, GIP banyak
menerbitkan buku-buku terjemahan dari Timur Tengah, m eliptui
berbagai tema—tafsir, hadis, sejarah nabi, akidah, syariat dan
ibadah, rumah tangga dan keluarga, dan politik Islam—terutama
karya-karya penulis Ikhwanul Muslimin dan para pendukungnya,
seperti Sayyid Qutb, Muhammad Qutb, dan Muhammad al-
Ghazali.
1986, Mei: Forum Silaturahhim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK)
terbentuk. Forum ini merupakan salah satu bentuk koordinasi
dakwah yang berfungsi sebagai sarana mensinergikan gerakan
dakwah menuju ummatan wahidah. Pada awalnya, FSLDK diberi
nama sarasehan LDK. Kegiatan ini diselenggarakan pertama kali
oleh Jamaah Shalahuddin UGM yang dihadiri oleh 13 LDK se-
Jawa.
1987: NU menyerukan kepada para anggotanya untuk tidak memilih
PPP. Hasil Pemilu 1987 menunjukkan penurunan PPP secara
drastis setelah mengganti azas Islam menjadi Pancasila sementara
PDIP mengalami peningkatan.
1988: Undang-Undang pendidikan nasional disahkan, UU ini
mewajibkan semua tingkat sekolah memberikan pelajaran
agama sesuai dengan agama yang dianut oleh para murid.
1988, 28 November: Lembaga Badan Pembina dan Musyawarah Amil Zakat,
Infaq dan Sadaqah di Aceh terbentuk. Namun, usaha gerakan
zakat di Aceh mengalami hambatan dengan adanya konflik
kepentingan para ulama yang telah lama menikmati manfaat
zakat dan shadaqah.
59

