Page 74 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 74
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1983: Kongress HMI ke-15 di Medan disepakati dengan tidak bulat
bahwa HMI menerima kebijakan Asas Tunggal pemerintah.
1983, 18 Mei: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M)
didirikan. Sedari awal berdiri, P3M bertujuan mengembangkan
pengetahuan dan pemikiran Islam tentang pendidikan dan sosial,
meningkatkan peran pesantren dalam pembangunan serta
mengembangkan sumber daya manusia ke arah terwujudnya
kecerdasan dan kesejahteraan bangsa. Selain melakukan
pendidikan dan pelatihan bagi komunitas pesantren, P3M
pernah juga melakukan kegiatan pembinaan anak jalanan serta
mengadakan sarasehan (halaqah) dengan para kyai di pesantren.
1984: Pelaksanaan Muktamar NU di Situbondo. Saat itu, NU memutuskan
untuk kembali ke Khittah 1926 dengan mengembalikan peran
utama NU sebagai organisasi sosial keagamaan.
1984: Terjadi Peristiwa Priok. Peristiwa tersebut dianggap sebagai
peristiwa paling tragis di mana ribuan umat Islam dibantai oleh
militer karena dianggap menentang kebijkaan pemerintah yang
digerakkan oleh imam masjid di Priok, Amir Biki. Perlawanan-
perlawanan kecil dan kekerasan-kekerasan fisik mewarnai aksi
penyeragaman azas berorganisasi.
1984, 4 Juli: Baitut Tamwil Teknosa atau koperasi Teknosa berdiri. Seperti
halnya koperasi, lembaga ini menerima simpanan suka rela dari
para anggotanya dan kontribusi dari luar.
1984, 30 Maret : Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI)
Universitas Airlangga berdiri.
1984: Abah Anom ditunjuk sebagai Pinisepuh Golkar.
1984, 4 Juli: Baitut Tamwil Teknosa atau koperasi Teknosa berdiri. Seperti
halnya koperasi, lembaga ini menerima simpanan suka rela dari
para anggotanya dan kontribusi dari luar.
1985: Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-41
1985-1986: Terjadi peristiwa Usroh di Lampung
58

