Page 70 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 70
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1972: LP3ES dengan bantuan Departemen Perindustrian RI melakukan
survei terhadap potensi prospek kerajinan dan industri kecil
di berbagai daerah di Jawa dan Bali yang dilanjutkan dengan
diskusi perumusan desain model pengembangan kerajinan dan
industri kecil.
1972: jurnal-bulanan sosial dan ekonomi, Prisma, terbit pertama kali.
Prisma dihadirkan LP3ES guna menjaring ide dan gagasan
masyarakat, baik dalam bentuk karangan ilmiah populer,
eksplorasi dan refleksi intelektual, maupun laporan riset yang
dalam bidang kajian ilmu-ilmu sosial dan ekonomi.
1972, 3 Januari: Berdiri lembaga yang bernama Lemkari untuk menampung
anggota Islam Jamaah. Oleh pemerintah, melalui Jaksa Agung
RI, Islam Jama’ah dilarang beraktivitas karena dianggap sebagai
aliran sesat.
1972: Mukti Ali mulai melaksanakan program dialog antar-agama.
1973, Januari: Rezim Orde Baru mengeluarkan kebijakan peleburan (fusi) partai-
partai politik. Sehingga, untuk mengendalikan politik nasional,
pemilu berikutnya hanya diikuti oleh tiga peserta yaitu Golkar,
Partai Demokrasi Indonesia (PDI, yang merupakan peleburan
dari partai-partai nasionalis dan kristen), serta Partai Persatuan
Pembangunan (PPP, peleburan dari partai-partai Islam, terutama
Parmusi dan NU).
1973: Pemerintah Orde Baru dibawah Suharto memaksa partai-partai
Islam (NU, Parmusi, PSII, dan Perti) melakukan fusi dalam PPP
(Partai Persatuan Pembangunan).
1973: Badan Amil Zakat berubah nama menjadi Badan Amil Zakat,
Infaq dan Shadaqah (BAZIS) untuk bisa menjangkau dana amal
yang lebih luas.
1973, Maret: LP3ES membuat penelitian lapangan, bekerja sama dengan Pusat
Da’wah Islam dan Pendidikan Tinggi Da’wah Islam, Jakarta.
1973: Islamic Development Bank didirikan.
1974: PMII masuk dalam Kelompok Cipayung. Masuknya PMII
sebagai anggota Klompok Cipayung meneguhkan PMII sebagai
organisasi mahasiswa yang punya komitmen tinggi terhadap
urusan bangsa dan negara.
54

