Page 66 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 66
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1965: Modal transportasi jamaah haji dipercayakan kepada perusahan
PT. Arafat, menggantikan PN Jakarta Lloyd, setelah itu transportasi
beralih ke pesawat udara.
1966: Pemerintah mengeluarkan keputusan pelarangan Komunisme
dan pembekuan PKI
1966: PMII terlibat dalam proses peralihan Orde Lama ke Orde Baru
yaitu masuk dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia dan
Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAMI-KAPPI)
1967, 9 Mei: Para mantan aktifis Masyumi mendirikan lembaga yang bernama
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). M. Natsir dan Anwar
Haryono kemudian terlibat aktif mengembangkan organisasi
dakwah yang bermarkas di Kramat Raya Jakarta ini.
1967: Kementerian Agama di bawah KH. Muhammad Dahlan
menginisiasi penyelenggaran dialog antar-agama. Namun,
program ini tidak dilandasi konsep yang kokoh ditambah
intensitas pelaksanaan yang masih sangat terbatas.
1967: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pimpinan M. Natsir
telah “memboyong” ideologi salafisme Wahhabi ke Indonesia
1967: Abah Anom ditunjuk oleh Departemen Agama untuk memberikan
bimbingan agama pada mantan anggota PKI. Abah Anom juga
berusaha keras menyebarkan Pancasila sebagai dasar negara
dan mendukung Golkar serta menyuruh anggota-anggotanya
untuk selalu memilih Golkar.
1967, 24 Juli: Sjafruddin Prawiranegara bersama teman-temannya mendirikan
Himpunan Usahawan Muslim Indonesia (HUSAMI) yang
bertujuan untuk mempelajari dan mengembangkan ajaran dan
aturan Islam dalam bidang keuangan dan ekonomi, membantu
dan memperkuat usaha-usaha dalam bidang ekonomi umat
Islam juga membantu melayani dan membantu pembangunan
Negara serta rakyat Indonesia.
1967: Berdiri Baitul Mal Ummat Islam, disingkat Bamuis yang dirancang
telah lama oleh Muhammadiyah dan Sarekat Islam. Lembaga ini
bertujuan mengumpulkan dana dari umat Islam pada satu bank
sentral yaitu Bank Zakat.
50

