Page 61 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 61

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1950-1951:   A. Dachlan Ranuwihardjo menjadi Ketua PB HMI


                       1950, Juni:   Sekretariat PB HMI pindah ke Jakarta seiring pindahnya Ibu Kota
                                      kembali ke Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1950. Saat itu HMI
                                      diketuai oleh Lukman Hakim.

                       1950 :         Kyai Haji Abdurrakhim meninggal dunia. Setelah kematiannya,
                                      penggantinya tidak ada yang mampu mempertahankan
                                      kewibawaan pesantren Cantayan, Sukabumi, sehingga secara
                                      pelan-pelan pamornya terus menurun sampai akhirnya dilupakan
                                      orang.

                       1950:          Pembentukan  PTAIN  di  Yogyakarta  dan  ADIA  (Akademi  Dinas
                                      Ilmu Agama) di Jakarta yang masing-masing kemudian menjadi
                                      IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Syarif Hidayatullah
                                      Jakarta.


                       1950:          Tarekat Shiddiqiyah didirikan oleh Kiai Muhtar Mu’thi dari Ploso
                                      Jombang. Ia mendirikan tarekat ini setelah menerima ajaran-
                                      ajarannya pada pertengahan dari seorang yang mengaku
                                      pewaris spiritual Yusuf al-Makassari,  Syu’aib Jamal.

                       1950-1951:   Muhammad Natsir menjadi Perdana Menteri Indonesia

                       1950:          Wahid Hasjim diangkat sebagai menteri agama dalam kabinet
                                      pertama Republik Indonesia Serikat.


                       1950-1957:   Politik Indonesia ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet
                                      karena banyaknya partai yang masing-masing tidak berkuasa
                                      secara mayoritas.

                       1950:          Penyelenggaraan ibadah haji juga dilakukan oleh pihak swasta
                                      dengan dikeluarkannya Surat Kementerian Agama RIS No. 3170.

                       1950:          Kondisi Indonesia yang secara politik tidak stabil memberi
                                      kesempatan bagi mahasiswa Muslim yang kurang terakomodir
                                      dalam HMI untuk membentuk gerakan mahaswa lain yaitu PMII
                                      dan IMM.


                       1950:          NU mendirikan bank Nusantara dan Bank Haji di Jakarta

                       1951:          Penerbit Bulan Bintang didirikan di Jakarta


                       1951:          Al-Jamiyatul Wasliyah dan Al-Ittihadiyah bergabug dengan
                                      Masyumi




                                                                                                 45
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66