Page 57 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 57

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1946, Maret:  Departemen Agama didirikan pada kabinet Syahrir, atas desakan
                                      Komite  Nasional  Indonesia  Pusat  (KNIP)  atas  dasar  pasal  29
                                      Undang-Undang Dasar yang menyatakan bahwa “Negara
                                      berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, dan negara menjamin
                                      kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya
                                      masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
                                      kepercayaannya itu.”


                       1946, 25 Maret: Pemindahan Mahkamah Islam Tinggi dan pengadilan-
                                      pengadilan syari’ah dari Departemen Kehakiman ke Departemen
                                      Agama melalui Peraturan Pemerintah No. 5/SD 1946.

                       1946-1960:   penguasa  Kerajaan Gowa  yang  terakhir, Andi  Ijo  Sultan
                                      Muhammad Abdul Kadir Aidid berkuasa

                       1946:          Buku Islam dengan Politik, ditulis Aziz Thaib dan terbit di Bukit
                                      Tinggi

                       1946:          Buku  Revolusi Agama, ditulis oleh Hamka dan diterbitkan di
                                      Jakarta


                       1946, 3 Januari 1946: Mohammad Natsir diangkat menjadi menteri penerangan.

                       1946,12 Maret: Sjahrir mengumumkan formasi kabinet II dengan memasukkan
                                      nama-nama dari partai-partai yang ada. Empat kader Masyumi
                                      yaitu M. Natsir, Arudji Kartawinata, Sjafruddin Prawiranegara dan
                                      HM Rasyidi. Namun penunjukkan nama-nama yang mewakili
                                      Masyumi di kabinet dianggap tidak sepenuhnya mewakili partai
                                      karena kabinet yang dibentuk hanya kabinet nasional dan bukan
                                      kabinet koalisi.

                       1946, 5 Mei:  Persatuan Perjuangan membentuk badan baru yang diberi
                                      Konsentrasi Nasional di mana wakil dari Masyumi menjabat
                                      sebagai wakil ketua.

                       1946, 2 Oktober: Soekarno memberikan mandat kepada Sjahrir untuk
                                      menyusun kabinet baru. Dalam kabinet ini enam orang unsur
                                      Masyumi ditunjuk sebagai menteri yaitu Mohamad Roem, Jusuf
                                      Wibisono, M. Natsir, Sjafrudin Prawiranegara, Fathurahman dan
                                      Wahid Hasjim. Namun menanggapi pembentukan kabinet baru
                                      ini, Masyumi menyatakan sikapnya bahwa mereka yang duduk
                                      di kabinet bukanlah mewakili Masyumi secara kelembagaan.









                                                                                                 41
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62