Page 56 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 56

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1945, 18 Agustus: PPPKI menghapus tujuh kata dari Piagam Jakarta,dengan
                                      demikian warga negara keseluruhannya, termasuk yang
                                      beragama Islam harus pula tunduk kepada keputusan itu, yang
                                      berarti syari’ah Islam tidak masuk dalam konstitusi.

                       1945, September: Beberapa pemimpin Islam yang terdiri dari Abdoel Kahar
                                      Muzakkir,  Wahid  Hasjim  dan  Mohammad  Roem  berkumpul
                                      untuk merumuskan strategi mengisi kemerdekaan, mereka
                                      memutuskan untuk membangkitkan kembali Masyumi yang
                                      terlihat pasif pada waktu itu menjadi kekuatan partai yang
                                      berpengaruh.

                       1945, Oktober: Muncul kebijakan politik pemerintah tentang sistem multipartai
                                      yang menyebabkan PNI tidak lagi menjadi satu-satunya partai
                                      yang berkembang di Indonesia. Polarisasi politik berkembang
                                      cepat  dan  kelompok  nasionalis  mulai  mendapatkan  saingan
                                      kembali dengan hadirnya partai Islam Masyumi.

                       1945, 7 dan 8 November: Umat Islam mengadakan Muktamar Umat Islam
                                      di Yogyakarta. Muktamar ini dihadiri oleh hampir seluruh
                                      perwakilan umat Islam dan bersepakat mendirikan majelis syura
                                      pusat bagi umat Islam yang dianggap sebagai satu-satunya
                                      partai politik umat Islam di Indonesia.

                       1945-1951:   Kepemimpinan Masyumi dipegang oleh Sukiman Wirjosandjojo
                                      dan wakilnya Abikusno Tjokrosujoso.

                       1945:          Tuntunan Perang Sabil, ditulis oleh Moh. Arsjad Thalib Lubis di
                                      Medan

                       1945:          Soekarno membentuk kabinet pertamanya.


                       1945:          Abdul Fattah bertindak menjadi komandan kompi istimewa
                                      tentara Hizbullah melawan penjajah Belanda.

                       1945-1970:   Penerbit-penerbit di Indonesia berhasil memproduksi setidaknya
                                      800 judul buku setiap  tahunnya. Meski berada dalam kondisi
                                      yang fluktuatif, secara umum perkembangan jumlah buku-
                                      buku keagamaan khususnya pada masa inin, dapat dikatakan
                                      mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan. Dari jumlah
                                      tersebut  buku-buku keagamaan  yang diproduksi  mayoritas
                                      merupakan buku-buku yang bertemakan Islam.









                     40
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61