Page 51 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 51
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1930: Tarekat Idrisiyah masuk ke Indonesia, tepatnya di Tasikmalaya,
Jawa Barat, oleh seorang Kiai Sunda bernama Abdul Fattah
1930: Partai Sarekat Islam diganti menjadi Partai Sarekat Islam
Indonesia.
1931: Permi tetap melakukan akfitisa di bidang pendidikan dengan
mendirikan sebuah Islamic College di Padang.
1931: Nasyi’atul Aisyiyah berdiri
1931: Berdiri organisasi Pemuda Muhammadiyah
1931, Agustus: Muktamar VII NU dki Cirebon, dalam muktamar ini tarekat
Tijaniyah dibahas dengan cukup alot dan akhirnya oleh KH Hasyim
Asy’ari tarekat ini dinyatakan sebagai tarekat mu’tabarah
1931-1933: Koran Soengoenting Moehammadijah terbit di Yogyakarta,
1931-1933: Terbit Koran Swara Islam di Semarang
1931, November : Terbit majalah al-Fatwa. Majalah terbitan Persis ini memiliki
tiras sekitar 1000 eksemplar dan secara luas dibaca di banyak
daerah di Indonesia dan Malaysia. Seperti namanya, al-Fatwa
dimaksudkan untuk membicarakan masalah-masalah agama,
khususnya bagi anggota Persis dan Muslim di Indonesia pada
umumnya, di samping menerbitkan kembali beberapa artikel
dari Pembela Islam. Majalah bulanan ini terbit sampai dua puluh
edisi sebelum akhirnya berhenti terbit pada 1933.
1931: Buku Sual-Djawab karya Ahmad Hassan dicetak pertama kali
1932: Majalah Adil diterbitkan oleh Muhammadiyah cabang Solo, Jawa
Tengah. Majalah ini bertahan hingga tahun 1942.
1933: Dilakukan pemecatan terhadap Sukiman dari PSI.
1933: PSI melakukan perubahan terhadap struktur dan dasar partai
dimana struktur pimpinan pusat dibagi dua; pertama, Dewan
Partai yang berfungsi sebagai dewan pembina (Majelis Tahkim)
dan kedua Lajnah Tanfidziyah yang mengurusi kegiatan harian
partai.
35

