Page 47 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 47

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1924:          Mirza  Wali  Ahmad  Baig  dan  Maulana  Ahmad  datang  ke
                                      Yogyakarta sebagai Misionaris yang secara khusus datang
                                      untuk memperkenalkan Ahmadiyah. Kehadiran Ahmadiyah
                                      itu  pada awalnya  disambut  dengan  hangat oleh  kelompok
                                      modernis Muslim yang tergabung dalam Sarekat Islam (SI) dan
                                      Muhammadiyah. Ini dikarenakan Ahmadiyah memiliki daya tarik
                                      tertentu bagi kedua organisasi ini.


                       1924:          Majalah Bendera Islam diterbitkan oleh anggota Muhammadiyah
                                      dan SI di Yogyakarta. Diterbitkan dua-minggu sekali, dengan
                                      HOS  Tjokroaminoto sebagai  pemimpin  redaksinya,  majalah
                                      ini dimaksudkan sebagai saluran untuk penyebaran gagasan-
                                      gagasans reformis dan aktivitas-aktivitas Muhammadiyah dan SI,
                                      selain untuk mempertahankan bangsa dan tanah air berdasarkan
                                      Islam. majalah ini terbit hingga tahun 1927.


                       1924:          Majalah Sinar Hindia mulai diresmikan oleh SI cabang Semarang,
                                      Jawa Tengah. Majalah ini merupakan bentuk lain dari majalah
                                      Sinar Djawa yang menghentikan publikasinya pada 1918.


                       1924:          Hindia Baru  diterbitkan dengan Haji Agus Salim sebagai
                                      pemimpin redaksinya.. Majalah ini berfungsi sebagai saluran
                                      untuk menyuarakan aspirasi politik SI.

                       1924:          Medrese Turki dihapuskan Ataturk


                       1924, Desember: Kongres Jong Java ke-7 di Yogyakarta,

                       1924:          Haji Abdullah diwawancarai oleh Controler Maros untuk
                                      mempertanggungjawabkan tuduhan dan fitnah yang ditujukan
                                      kepadanya. Syekh tarekat tersebut seakan berada dalam posisi
                                      yang selalu tersudut.


                       1925:          Ahmadiyah Qadian tiba di Indonesia melalui misionarisnya yang
                                      bernama Maulana Rahmat Ali.

                       1925:          Keharusan  untuk mengajukan permohonan mengajar agama
                                      yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda dihapuskan  karena
                                      diprotes umat Islam. Walaupun demikian, para guru ngaji masih
                                      tetap mempunyai kewajiban untuk memberitahukan  kegiatan
                                      pengajarannya secara tertulis.











                                                                                                 31
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52