Page 44 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 44

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1916 dan 1934 : Madrasah Tebuireng membuka tujuh jenjang kelas yang dibagi
                                      ke dalam dua tingkatan. Tahun pertama dan kedua dinamakan sifir
                                      awwal dan sifir tsani. Para peserta sifir awwal dan sifir tsani dididik
                                      khusus untuk menguasai bahasa Arab sebagai landasan untuk
                                      memasuki madrasah lima tahun berikutnya.

                       1917:          Dimensi politik SI secara jelas dirumuskan dalam azas dan
                                      program kerja dalam kongres nasional kedua. SI menuntut
                                      pendirian dewan-dewan daerah, perluasan hak-hak Dewan
                                      Rakyat (Volksraad) dengan harapan menjadikan dewan rakyat ini
                                      sebagai lembaga perwakilan yang benar-benar mewakili rakyat
                                      secara umum.


                       1918, Mei :   Tjokroaminoto dan Moeis diangkat menjadi anggota volksraad.
                                      Sidang pertama Volksraad diselenggarakan tanggal 18 Mei 1918
                                      dengan komposisi anggota 39 orang, dimana 15 orang mewakili
                                      golongan  pribumi  (10  orang  melalui  pemilihan  dan  5  orang
                                      diangkat  pemerintah)  dan  23  orang  (  9  orang  dipilih  dan  14
                                      orang diangkat) mewakili golongan Eropa dan Timur Asing serta
                                      satu orang ketua sidang yang dipilih langsung oleh Kerajaan
                                      Belanda.


                       1919:          Pengetahuan umum menjadi salah satu mata pelajaran dalam
                                      kurikulum madrasah Pesantren Tebu Ireng. Bahkan beberapa bahan
                                      ajar seperti morfologi kata-kata Arab, Aljabar, Metamatika, ditulis
                                      sendiri oleh Hedratus-Syekh.

                       1920:          Di Sumatera Selatan, pengaruh gerakan reformasi Islam terhadap
                                      pesantren setempat, mulai Nampak, seperti terlihat pada pesantren
                                      Al-Ittifakiyah di desa Saka Tiga, Ogan Ilir yang diasuh oleh Kiai Haji
                                      Ishaq Bahsin lulusan dari Al-Azhar.


                       1920:          Pesantren mulai mengadopsi beberapa unsur kemodernan dalam
                                      pengelolaan lembaga dan kandungan pendidikannya


                       1920:          Di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, seorangseorang kiai telah
                                      digugat oleh seseorang melalui surat pembaca pada sebuah Koran
                                      setempat. Isinya meminta kepada pemerintah agar kiai itu dicabut
                                      gelar kekiaiannya karena kiai tersebut sudah tidak mempunyai
                                      pesantren lagi.













                     28
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49