Page 39 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 39

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1905, 17 Juli:  Jamiat Kheir didirikan di Jakarta. Diantara pendiri ormas ini adalah
                                      Sayyid Muhammad al-Fachir bin Abdurrahman al-Masyhur, Sayyid
                                      Muhammad bin Abdullah bin Syihab, Sayyid Idrus bin Ahmad
                                      bin  Syihab,  dan  Sayyid  Syehan  bin  Syihab.  Keanggotaan  dari
                                      organisasi ini sebetulnya terbuka bagi semua umat Islam tanpa
                                      melihat etnik mereka, meskipun pada kenyataannya mayoritas
                                      keanggotaan ormas ini berasal dari etnis Arab


                       1905, 16 Oktober: Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan oleh Haji Samanhoedi.
                                      SDI memiliki tujuan untuk memajukan ekonomi umat Islam dalam
                                      menghadapi persaingan bisnis dengan pedagang-pedagang
                                      Cina.


                       1905:          Berdiri al-Irshad oleh komunitas Arab di Batavia.

                       1905:          Pemerintah  Hindia  Belanda  menerbitkan satu peraturan yang
                                      mengharuskan  setiap  orang  yang  akan  menyelenggarakan
                                      pendidikan agama, harus meminta izin secara tertulis. Sebagai tindak
                                      lanjut dari peraturan itu, pemerintah, membentuk satu tim panitia
                                      yang bertugas mengawasi pelaksanaan peraturan tadi. Adapun,
                                                                          .
                                      yang ditunjuk sebagai ketuanya adalah bupati atau patih, dan
                                      penghulu sebagai salah satu anggotanya.


                        1906:         Karya Thaher Djajaudin al-Imam diterbitkan. al-Imam merupakan
                                      majalah  pembaharuan pertama  yang  muncul   dan memiliki
                                      peranan khusus dalam pembentukan pemikiran politik dan
                                      intelektual Islam di Asia Tenggara.

                       1907, Mei:     Majalah  al-Imam  menerbitkan terjemahan Melayu atas karya
                                      seorang Nasionalis Mesir, Mustafā Kāmil, al-Shams al-Mushriqa,
                                      yang muncul dalam bentuk artikel berjudul ”Matahari
                                      Memancar”.

                       1907:          Thaher Djalaludin menjadi guru di madrasah yang baru berdiri,
                                      Madrasah  al-Iqbal  al-Islāmiya,  Sekolah  Iqbal,  di  Singapura.
                                      Dipimpin oleh ’Uthmān Affandā Raf’at dari Mesir dan dengan
                                      bantuan keuangan dari Raja Haji Ali dari Kerajaan Lingga-Riau,
                                      Sekolah Iqbal menjadi pelopor sekolah Islam modern di Asia
                                      Tenggara.

                       1908,  29  Agustus: Redaktur  al-Imam mengumumkan kepada pembacanya
                                      bahwa majalah mereka akan mulai menerbitkan tafsir al-Qur’an.
                                      Dan  al-Imam  kemudian menyediakan ruang khusus untuk
                                      tujuan tersebut, yakni terjemahan Melayu atas tafsir yang telah
                                      diterbitkan dalam al-Manār.




                                                                                                 23
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44