Page 49 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 49

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1926-1929:   Masa kepemimpinan Wiwoho Purbohadijoyo di Jong Islamieten
                                      Bond (JIB).

                       1926:          Jama’ah Tabligh didirikan di India oleh Muhammad Ilyas.


                       1927:          Kiai Haji Ajengan Ahmad Sanusi, diasingkan dari Sukabumi
                                      ke Batavia Centrum oleh pemerintah Hindi Belanda. Selama
                                      di sana, dilaporkan oleh reserse bahwa tidak kurang dari
                                      sepuluh ribu pengunjung menemuinya. Mereka datang
                                      tidak hanya dari Kabupaten Sukabumi saja, tetapi juga
                                      dari kebupaten lainnya.

                       1927:          Hukum adat diakui sebagai hukum materiil oleh pemerintah
                                      Hindia Belanda. Karena pengaruh teori hukum adat itu, kasus
                                      waris dianggap berada dalam medan hukum adat, sebab
                                      masyarakat Muslim dalam hal waris, menurut pengamatan
                                      mereka, lebih setia kepada hukum adat dari pada hukum Islam.

                       1927:          Soekarno  mendirikan  Partai  Nasional  Indonesia  (PNI)  yang
                                      menjadi saingan bagi kedudukan SI dan kepemimpinan Islam
                                      dalam pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia.

                       1927 :         JIB mendirikan organisasi kepanduan yang bernama National
                                      Indonesische Padvinderij (NATIPIJ). Noer menjelaskan bahwa M.
                                      Natsir yang memberi nama kepanduan JIB yang menggunakan
                                      nama Indonesia.


                       1927:          Diberlakukan biaya kapal laut pergi pulang sebesar f. 225.00,
                                      sementara untuk anak-anak f. 112.50 untuk kelas dek. Jika ingin
                                      mendapat kamar, harus menambah f.300.00 untuk 1 kamar isi 2
                                      orang. Biaya tersebut (f.525.00)  sudah termasuk biaya konsumsi,
                                      berupa ikan asin, telur, sayur-mayur, kacang hijau, kecap, beras
                                      dan sebagainya. Salah satu kapal yang dikhususkan mengangkut
                                      jamaah haji saat itu antara lain adalah Armanistan.


                       1928:          Dalam  kongres  ke-15,  kaum  pergarakan  Islam,  khususnya
                                      PSI, mencoba mendirikan Bank untuk membantuk kesadaran
                                      rakyat tentang cita-cita kebangsaan serta independen dari
                                      pemerintahan kolonial.

                       1928, 10 Desember: GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia), yang merupakan
                                      ormas dari Ahmadiyah faksi Lahore secara resmi berdiri dan yang
                                      menjadi inisiator pendirian ormas ini sekaligus ketua pertamanya
                                      adalah R. Ng. Djojosugito.






                                                                                                 33
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54