Page 50 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 50
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1928, 28 Oktober: Sumpah Pemuda
1928: Muncul gerakan Ikhwanul Muslimun di Mesir yang dipimpin oleh
Hassan al-Banna.
1928: Al-Kirom diterbitkan
1928, 5 Mei: Para syaikh dan ulama tradisional di Tanah Minang sepakat untuk
mendirikan sebuah badan pemersatu, Madrasah Tarbiyah Islamiyah
yang kemudian diperluas menjadi Persatuan Tarbiyah Islamiyah.
1929: Terbit majalah Pembela Islam. Majalah pertama yang diterbitkan
oleh Persis ini terbit dua bulanan dan dimaksudkan untuk
merespons serangan-serangan dari ideologi sekuler terhadap
Islam sekaligus juga untuk menyebarkan ide-ide Persis. Majalah
ini berhenti terbit pada tahun 1935 setelah memproduksi total
71 edisi.
1929-1935: Masa kepemimpinan Kasman Singodimedjo di Jong Islamieten
Bond (JIB).
1929: M. Natsir tercatat sebagai anggota JIB Bandung yang mengajarkan
Islam pada para anggota lainnya.
1930: Persatuan Islam (Persis) menerbitkan majalah Sual-Djawab
meneruskan majalah al-Fatwa. Majalah ini berisi artikel tentang
pertanyaan dan jawaban yang disampaikan oleh pembacanya
terkait dengan isu-isu yang berkenaan dengan praktik-praktik
agama.
1930: Pemimpin-pemimpin dari Partii yaitu Sukiman, Wali Alfatah dan
beberapa pemimpin Muhammadiyah di bawah pimpinan Kyai
Haji Mas Mansur memberikan masukan kepada Partai Sarekat
Islam agar mengubah politik hijrah yang dianggap terlalu
ketat dan menjadi penghambat utama partai dalam mencapai
tujuannya.
1930: Partai Muslimin Indonesia disingkat Permi didirikan di
Minangkabau oleh Hadji Iljas Jakub.
1930, 30 November: Berdiri Jami’atul Washliyah di Medan.
1930, 20 Mei: Perti didirikan dan menjadi organisasi Islam yang bercorak
tradisionalis yang didirikan oleh Syekh Abbas, Syekh Sulaian ar-
Rasuli dan Syekh Muhammad Djamil Djaho
34

