Page 55 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 55

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1943, 1 Desember: Jepang memfasilitasi pendirian organisasi politik baru yang
                                      diberi nama Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)

                       1943:          Masjumi (Majlis Sjuro Muslimin Indonesia) didirikan


                       1944,1  Oktober: Kantor Urusan Agama Islam dikepalai oleh Hoesein
                                      Djajadiningrat dan kemudian digantikan oleh seorang kyai
                                      kharismatik dari Jawa Timur yaitu Kyai Hasjim Asj’ari. Sejak itu
                                      kantor urusan agama kemudian dikembangkan di daerah-daerah
                                      di setiap keresidenan. Atas kerjasama antara Wahid Hasjim dan
                                      Kahar  Muzakkir  dirintislah  sebuah  Kementrian  Agama  yang
                                      memiliki cabang di daerah-daerah

                       1944,  7  Desember: Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha
                                      Kemerdekaan     Indonesia   (BPUPKI)   untuk    menjanjikan
                                      kemerdekaan kepada bangsa Indonesia


                       1944:          Perti memutuskan berbagung dengan Majelis Islam Tinggi (MIT)
                                      yang dipimpin oleh Syekh Muhammad Djamil Djambek. MIT
                                      sendiri merupakan asosiasi bagi organisasi seluruh Sumatera.
                                      Ketika  MIT berubah  menjadi  partai politik,  Perti memutuskan
                                      untuk menjadikan organisasinya sebagai partai politik.


                        1945, 14 November: Kabinet baru di bawah kepemimpinan Sjahrir diumumkan.
                                      Dalam kabinet ini hanya ada satu wakil Islam yaitu HM Rasyidi


                       1945,  22  November: Perti secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai
                                      politik. Keputusan Perti untuk membentuk partai sendiri dan
                                      tidak bergabung dengan MIT yang kemudian berubah menjadi
                                      Masyumi cabang Sumatera sebagian disebabkan karena
                                      ketidaknyamanan mereka dengan dominasi kaum modernis
                                      dalam Masyumi.


                       1945:          Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) berdiri. Organisasi Islam ini
                                      terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
                                      Setelah sempat berbeda pendapat dengan rezim penguasa,
                                      pada tahun 1970-an organisasi ini berganti nama menjadi GPI.


                       1945, 17 Agustus: Indonesia merdeka

                       1945, Agustus: Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
                                      (PPKI).









                                                                                                 39
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60