Page 60 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 60
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1949: Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) bergabung dengan
Masyumi
1949: Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda
1949: Falsafah Perdjuangan Islam, ditulis oleh Muh. Isa Anshary dan
diterbitkan di Bandung
1949: Soal Agama dalam Negara Modern, ditulis oleh Abu Hanifah dan
diterbitkan di Jakarta
1949: Konsepsi Tatanegara Islam, ditulis oleh Zainal Abidin Ahmad dan
diterbitkan di Jakarta
1949: Penerbit Al Maarif didirikan di Bandung
1949: Pelaksanaan Kongres Umat Islam.
1949: Ikrar Abadi umat Islam menyepakati bahwa HMI sebagai satu-
satunya organisasi mahasiswa.
1949, Desember: Nama AADI (Anjuman Ahmadiyah Departemen Indonesia)
diganti menjadi JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia). Nama inilah
yang manjadi nama resmi ormas Ahmadiyah Qadian hingga
sekarang dan tercatat secara resmi dalam menteri Kehakiman
No. J.A/5/23/13 pada 13 Maret 1953. JAI memiliki anggota yang
lebih besar dari GAI. Diperkirakan, anggota JAI mencapai angka
500.000 orang dan tersebur di seluruh Indonesia.
1950: Islam sebagai Ideologi ditulis oleh Mohammad Natsir (menurut
Boland)
1950: Analyse: Mungkinkah Negara Indonesia Bersendikan Islam?
ditulis oleh M.Sj. Ibnu Amatillah dan diterbitkan di Semarang
1950: Dasar-Dasar Pemerintahan Islam, ditulis oleh Muhd. Hasbi Ash-
Shiddieqy dan diterbitkan di Medan
1950: Al-Irsyad bergabung dengan Masyumi
1950: HMI mulai berkembang di kalangan mahasiswa non-STI seperti
Balai Perguruan Tinggi Gadjahmada (embrio UGM) dan Sekolah
Teknik Tinggi. Selain itu, HMI mulai melebarkan sayapnya ke luar
Yogyakarta seperti di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi
Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran dan lain lain.
44

