Page 62 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 62

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1951:          Natsir naik menjadi ketua umum Masyumi didampingi sementara
                                      Sukiman yang ditunjuk menjadi wakil ketua.

                       1952:          Berbagai konflik yang terjadi antara pimpinan NU dan pimpinan
                                      Masjumi membuat NU memutuskan untuk memisahkan diri dari
                                      Masjumi dan membentuk partai sendiri, Partai NU. Partai NU
                                      inilah yang pada Pemilu 1955 dan menjadi salah satu dari empat
                                      partai yang memenangkan pemilu pertama yang diadakan di
                                      Indonesia itu.

                       1952:          LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) didirikan oleh Nurhasan
                                      Ubaidah Lubis di Kediri bersamaan dengan berdirinya Pondok
                                      Pesantren  Burengan. Dalam  sejarahnya,  LDII  ini  berasal dari
                                      organisasi yang bernama Darul Hadis. Nama lain yang dulu
                                      sering diasosiasikan kepada organisasi ini adalah Islam Jamaah
                                      dan Lemkari (Lembaga Karyawan Islam).


                       1952, Oktober: Perti mengirimkan utusannya dalam Konperensi Perdamaian
                                      Dunia untuk Asia dan Pasifik di Beijing. Pimpinan Perti yang
                                      cukup dikenal dan terus menjabat sampai tahun 1955 karena
                                      menjadi satu-satunya perwakilan Perti di parlemen adalah Haji
                                      Siradjuddin Abbas.


                       1952, 5 April: Dalam rapat Pengurus Besar NU di Surabaya, NU menyatakan
                                      keluar dari Masyumi.


                       1953, 1 Mei:   Nahdlatul Watan (NW) didirikan oleh Tuan Guru KH Zainuddin
                                      Abdul  Madjid  (1898-1997),  atau  biasa  dipanggil  dengan
                                      sebutan Syeh Maulana Tuan Guru, di Pancor, Lombok Timur,
                                      Nusa  Tenggara  Barat  (NTB).  Di  Provinsi  NTB,  NW  merupakan
                                      ormas Islam terbesar yang secara keanggotaan jauh melampaui
                                      anggota NU dan Muhammadiyah.

                       1953:          Daud    Beureuh    memimpin      pemberontakan     melawan
                                      pemerintahan Indonesia dan mendeklarasikan Aceh sebagai
                                      Negara Islam. Pemberontakan itu dilatari oleh kekecewaan
                                      ulama dan masyarakat Aceh atas janji pemerintah pusat untuk
                                      memberikan  tempat utama  kepada  Islam  di Aceh.  Alih-alih
                                      memenuhi janji, Aceh bahkan dijadikan bagian dari propinsi
                                      Sumatra Utara.


                       1954 :         Dua jilid Capita Selecta karangan Mohammad Natsir diterbitkan
                                      di Bandung








                     46
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67