Page 52 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 52

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1934:          Sosok yang paling terkenal dalam SI, Tjokroaminoto, meninggal
                                      dunia. Di masa Tjokroaminoto SI mengalami perkembangan
                                      pesat dibanding masa-masa awal SI di bawah kepemimpinan H.
                                      Samanhoedi.

                       1934:          JIB mengalami banyak kemunduran. Sebagaimana diketahui,
                                      anggota JIB tidak hanya pelajar sekolah menengah (MULO atau
                                      AMS), tapi juga banyak diikuti oleh pelajar dari tingkat atas (Hoge
                                      School) atau pemuda di usia umur 14 tahun ke atas. Beberapa
                                      dari mereka merasa bahwa JIB lebih banyak aktif di level pelajar
                                      sekolah menengah, sehingga mereka merasa perlu mendirikan
                                      organisasi baru.


                       1934:          M. Roem dan Yusuf Wibisono mendidikan  Studenten Islam
                                      Studieclub (SIS).

                       1934:          Sebuah  mosi dikeluarkan  dalam kongres  ke-20  Partai Sarekat
                                      Islam sebagai Satu langkah sangat penting diambil oleh kaum
                                      pergerakan Islam dalam menghadapi politik hukum adat. Mosi
                                      itu antara lain menyatakan pentingnya penghapusan adat kuno
                                      terkait dengan masalah keluarga, perkawinan, dan waris apa
                                      bila adat dimaksud  tidak sejalan dengan hukum syari’ah dan
                                      asas kehidupan masyarakat modern.

                       1935,  15  Desember : Ormas dari Ahmadiyah Qadian lahir. Awalnya ormas
                                      dari  Ahmadiyah  Qadian  bersama  AQDI  (Ahmadiyah  Qadian
                                      Departemen Indonesia).

                       1935:          Pendirian Pondok Pesantren Al-Mujahidin

                       1936:          Persatuan  Islam  Tionghoa  (PIT)  yang  berada  di  Deli  Serdang,
                                      Sumatra Utara berdiri dan dipimpin H. Abdusomad Yap Siong
                                      dan Persatuan Tionghoa Muslim (PTM) di Jakarta yang dipimpin
                                      oleh Kho Guan Tjin.


                       1936:          Majalah Pantjaran Amal terbit di Jakarta. Majalah yang dikelola
                                      oleh cabang Muhammadiyah Jakarta ini bertahan hingga tahun
                                      1939.


                       1936:          Muktamar  Muhammadiyah,  dibahas  isu  perbankan  dan  bisnis
                                      yang dapat dikembangkan oleh umat Islam. Bagi Muhammadiyah
                                      saat itu, bunga bank masih dianggap sebagai sesuatu yang
                                      belum jelas (mutasyabihat) kehalalan dan keharamannya.








                     36
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57