Page 54 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 54

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1938, 4 Desember: Para pemimpin yang tergabung dalam Partii sepakat untuk
                                      mendirikan Partai Islam Indonesia (PII) dengan mengangkat Raden
                                      Wiwoho, bekas ketua umum JIB yang juga anggota Volksraad
                                      untuk menjadi ketua umum PII.  Tokoh-tokoh Muhammadiyah
                                      banyak menguasai kepemimpinan pusat dalam PII sementara
                                      kepemimpinan di daerah Priangan cabang-cabangnya dikuasai
                                      oleh tokoh-tokoh Persis dan daerah-daerah di Sumatra dipimpin
                                      oleh tokoh-tokoh Permi.

                       1939:          Kartosuwiryo dipecat SI karena dianggap menjalankan lembaga
                                      secara  individu  dan tidak  mewakili  kepentingan  SI. Cabang-
                                      cabang di daerah-daerah dilarang melakukan hubungan dengan
                                      Kartosuwiryo. Kartosuwiryo pun kemudian mendirikan Darul
                                      Islam yang memiliki basis kuat di Jawa Barat.

                       1939, 5 Mei: PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) berdiri dan yang terpilih
                                      menjadi ketua pertamanya adalah Teungku Muhammad Daud
                                      Beureueh dari Pidie.  Daud Beureuh adalah tokoh dalam revolusi
                                      kemerdekaan Indonesia dan aktif dalam perjuangan pada masa
                                      pendudukan Jepang. Sama seperti NU, meski nama dari ormas
                                      ini adalah persatuan ulama, namun ia terbuka kepada semua
                                      orang Islam

                       1939:          Majelis  Islam  A’la  Indonesia  (MIAI)  mengadakan  Kongres  Al-
                                      Islam I di Surabaya diikuti oleh seluruh organisasi Islam yang ada
                                      pada waktu itu mengeluarkan mosi protes terhadap pemerintah
                                      kolonial, menolak pemindahan pengadilan perkara waris umat
                                      Islam ke Landraad dan meminta kepada pemerintah untuk
                                      mengembalikan kewenangan ini kepada Raad Agama.

                       1942, 7 Maret : Jong Islamieten Bond (JIB) dibubarkan oleh Jepang.


                       1943, 21 April: Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) didirikan.

                       1943,  November: Tiga tokoh nasional Indonesia yang terdiri dari Ir
                                      Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagus Hadikusumo (ketua
                                      Muhammadiyah), diterbangkan ke Jepang untuk mendapatkan
                                      penghargaan bintang jasa dari Kasiar Jepang

                       1943,  Oktober: MIAI dibubarkan oleh pemerintah Jepang karena dianggap
                                      organisasi ini menyimpan semangat anti kolonial dan tidak mau
                                      bekerjasama dengan pihak Belanda. Dikhawatirkan sikap anti
                                      kolonial yang tertanam dalam organisasi ini akan berkembang
                                      menjadi sikap anti asing dan secara tidak langsung akan menjadi
                                      sikap anti Jepang.




                     38
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59