Page 53 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 53

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1937:          Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) didirikan.


                       1937:          Di Malang, Jawa Timur, seksi pemuda Muhammadiyah
                                      mendirikan majalah Ichtiyar yang hanya terbit satu tahun (1937-
                                      1938).

                       1937:          Berdirinya Partai Islam Indonesia.


                       1937:          Bersama berbagai ormas Islam di Indonesia, NU bergabung dalam
                                      MIAI (Majlis Islam A’laa Indonesia) yang setelah Jepang datang di
                                      Indonesia, organisasi ini diubah menjadi Masjumi (Madjlis Sjuro
                                      Muslimin  Indonesia).  NU  terus  terlibat  dalam  Masjumi  setelah
                                      kemerdekaan ketika lembaga ini berubah menjadi partai politik.


                       1937:          Perhimpunan Penghulu dan Pegawainya (PPDP) berdiri.

                       1937,  12-13  Juni: Pada pertemuan di Jakarta, nama Ahmadiyah Qadian
                                      Departemen Indonesia (AQDi) diubah menjadi AADI (Anjuman
                                      Ahmadiyah Departemen Indonesia).


                       1937:          Kewenangan  mengadili  perkara  waris  umat  Islam  dialihkan
                                      dari Raad Agama ke Landraad. Pemindahan kompetensi ini
                                      memperoleh perhatian sangat luas, tidak saja di kalangan
                                      penghulu  dan pegawai  agama,  tetapi  juga  pergerakan Islam
                                      pada umumnya.


                       1937, Februari: Peraturan pemindahan kompetensi peradilan waris dari Raad
                                      Agama ke Landraad dileluarkan, dan hanya dalam tempo
                                      kurang dari tiga bulan para penghulu di Jawa dan Madura
                                      menyelenggarakan kongres di Solo untuk menyuarakan protes
                                      mereka terhadap pemerintah kolonial, menggugat peraturan itu.


                       1937:          Majelis  Islam  A’la  Indonesia  (MIAI)  yang  merupakan  wadah
                                      persatuan perjuangan umat Islam didirikan.

                       1938:          SI bergabung dengan organisasi-organisasi Islam lain dalam
                                      wadah  Majelis  Islam  A’la  Indonesia  (MIAI)  yang  menjadi  cikal
                                      bakal berdirinya Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).


                       1938:          Muktamar NU ke-13 yang menghalalkan bunga bank, selama
                                      memberi keuntungan bagi si peminjam. Langkah NU ini merujuk
                                      pada kaidah fikih,”menghindari madharat perlu dikedepankan
                                      dari pada mengambil manfaat,” atau juga ”keadaan yang
                                      memaksa membolehkan sesuatu yang dilarang.”






                                                                                                 37
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58