Page 73 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 73
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
1981, 1 Januari : Dibentuk Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) oleh Prof. Dr.
Tuty Alawiyah, Rektor Universitas Islam Asy-Syafi’iyah Jakarta
sebagai kesepakatan lebih dari 735 Majelis Taklim yang ada
di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Secara organisatoris, BKMT
kemudian berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dan
mencapai ribuan anggota dengan jutaan orang jama’ahnya yang
tersebar di 33 propinsi.
1981: LP3ES menerbitkan buku Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan
Harian Ahmad Wahib dan berhasil menarik perhatian masyarakat
muslim melalui buku tersebut.
1981, 7 Maret: MUI mengesahkan fatwa haram atau pelarangan Muslim untuk
turut berpartisipasi dalam perayaan hari raya umat Nasrani, Natal.
Fatwa ini menjadi fatwa kontroversial pertama yang dikeluarkan
MUI.
1982, Agustus: Soeharto melontarkan ide untuk mereduksi fanatisme
golongan dan ideologi dengan regulasi tentang Asas Tunggal
yang akhirnya ditetapkan dalam bentuk Undang-Undang No. 8
Tahun 1985 tentang Asas Tunggal Pancasila.
1982: Haji Ibrahim wafat, ia merupakan cucu dari Haji Abdullah seorang
Puang Lampo (wafat 1964), yang memulai kisah keterlibataan
tarekat Sammaniyah dalam politik. Setelah memutuskan untuk
bergabung dengan partai Golongan Karya (Golkar), Haji Ibrahim
mengajak seluruh pengikutnya untuk berkampanye bagi
kemenangan Golkar, baik pada Pemilu tahun 1971 maupun
tahun 1977.
1983: Shalahuddin Press berdiri
1983, 16 Desember: Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) didirikan oleh
M. Dawam Rahardjo dengan dibantu oleh Dr. Ir. M. Amien Azis,
Nazarudin Nasution, Fachry Ali, M.A, Ir. M. Saleh Khalid, Drs.
Kurniawan Zulkarnaen.
1983: Penerbit Mizan berdiri
1983-1986: Buku karya Muhammad Qutb, Petunjuk Jalan, dijadikan bahan
pengakaderan PII dan juga dalam LMD Salman. Sebagai
perlawanan atas rezim Soeharto yang anti-Islam, ideologi
Ikhawanul Muslimin menjadi perlawanan melalui gerakan
dakwah dan intelektual.
57

