Page 105 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 105

penting  karena  nilai-nilai  sejarah  hanya  dapat  diaktualisasikan  melalui
                           pembelajaran  berpikir  tingkat  tinggi.  Pada  tataran  taksonomi,  pembelajaran
                           sejarah  tidak  boleh  hanya  sampai  pada  C1,  C2,  dan  C3.  Model  LJBNI,
                           memfasilitasi  pembelajaran  sejarah  sampai  pada level  kognitif  C4,  C5,  dan  C6
                           yang merupakan manifestasi HOTS.
                                  Model  LJBNI  tidak  hanya  berorientasi  kognitif  melainkan  juga
                           menekankan penguatan afektif yakni nilai karakter bangsa, seperti;  menghargai,
                           kerjasasama, rasa ingin tahu, komunikatif, toleransi, dan kreatif. Selain itu, model
                           LJBNI  juga  memberikan  peluang  bagi  guru  sejarah  untuk  mengembangkan  dan
                           menerapkannya  pada  materi  sejarah  yang  bernuansa  memperkuat  visi  kelautan,
                           misalnya materi  yang berkaitan dengan  kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara,
                           proses islamisasi di nusantara, bahkan materi tentang masuk dan berkembangnya
                           kolonialisme  dan  imperialisme  di  Nusantara  juga  dapat  menggunakan  model
                           LJBNI  karena  semua  materi  tersebut  memiliki  kaitan  yang  kuat  dengan  aspek
                           kelautan.

                           Key  word:  Model  lacak  jejak berbasis  narasi  imajinatif, higher  order  thinking
                                      skills, dan pembelajaran sejarah



























                                                                2
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110