Page 122 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 122
HOTS sudah tercapai sesuai kriteria yang sudah ditentukan, maka dapat diberikan
pengayaan.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LJBNI
Model pembelajaran apakah yang terbaik digunakan dalam pembelajaran
sejarah.? Semua model pembelajaran dapat dipertimbangkan untuk digunakan
dalam pembelajaran sejarah. Prinsip dalam metodologi pembelajaran adalah tidak
ada satupun model pembelajaran terbaik untuk semua materi pelajaran karena
semua model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dalam perspektif ini, maka yang paling urgen adalah penerapan model
pembelajaran sejarah perlu memperhatikan beberapa prinsip. Idrus (SKH-
Alkhairat: 2014) mengidentifikasi lima prinsip pembelajaran yang dapat
dipedomani guru sejarah, yakni; “1) variatif; 2) dari fakta ke analisis; 3) terbuka
dan dialogis; 4) divergen; dan 5) progresif.” Penerapan kelima prinsip tersebut,
mampu menghindarkan pembelajaran sejarah dalam siklus monoton dan yang
paling mendasar menjadi bingkai dalam mengembangkan HOTS. LJBNI juga
didesain dengan memperhatikan kelima prinsip pembelajaran sejarah sehingga
secara teoretis dan praktis LJBNI memiliki keunggulan. Akan tetapi, seperti
halnya semua model pembelajaran, tentu saja LJBNI juga memiliki sejumlah
kekurangan dan keterbatasan.
Berdasarkan kajian teoretis dan temuan lapangan dalam action research
Idrus (2015: 57 - 69) mencatat beberapa kelebihan atau keunggulan LJBNI,
yakni; 1) berorientasi HOTS; 2) mengakomodir ranah afektif, kognitif, dan
psikomotorik; 3) relevan dengan pendekatan saintifik; 4) berciri kooperatif; 5)
berciri konstruktivistik; dan 6) mengakomodir perspektif materi kemaritiman.
Enam kelebihan LJBNI dapat diuraikan lebih lanjut dengan mensinyalir kembali
realitas pembelajaran sejarah selama ini belum mengoptimalkan HOTS melainkan
LOTS atau paling kurang untuk sebagian baru berada pada tataran MOTS. LJBNI
mampu mengembangkan HOTS bukan saja pada pengajuan sejumlah pertanyaan
yang menggunakan Kata Kerja Opersional (KKO) berorientasi analisis, sintesis,
dan evaluasi atau mencipta sehingga menuntut jawaban dan pemikiran HOTS
19

