Page 121 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 121
6) memfasilitasi siswa dalam kelompok untuk mengumpulkan data dan fakta serta
melacak jejak sesuai LKS LJBNI; 7) memfasilitasi siswa dalam kelompok untuk
mendiskusikan dan mendalami temuan fakta hasil pelacakan peristiwa sejarah
sesuai LKS LJBNI; 8) memfasilitasi siswa dalam kelompok melakukan eksplanasi
sesuai tugas HOTS dalam LKS LJBNI; 9) memfasilitasi siswa dalam kelompok
untuk memperdalam hasil temuan dan eksplanasi; 10) memfasilitasi kelompok
melakukan presentasi untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompok; 11)
memfasilitasi kelompok melakukan tanya jawab dan fied back; dan 12)
memberikan penguatan terhadap proses dan hasil diskusi yang berkembang
selama pelaksanaan pembelajaran.
Jika dianalisis secara detail dua belas langkah dalam tahapan kegiatan inti
pembelajaran LJBNI, maka dapat diklasifikasi menjadi lima langkah utama sesuai
sistematika pendekatan saintifik. Langkah ke 5 dan 6 dapat dikelompokkan
sebagai tahap mengamati dan menanya dalam prosedur pendekatan saintifik.
Langkah ke 6 adalah mengumpulkan data dalam tahapan pendekatan saintifik.
Langkah ke 7, 8, dan 9 adalah tahapan asosiasi atau pemaknaan dalam pendekatan
saintifik, dan langkah atau kegiatan ke 10, 11, dan 12 merupakan tahapan
mengkomunikasikan dalam pendekatan saintifik.
Tahapan penutup pada fase pelaksanaan pembelajaran terdiri atas beberapa
langkah, yakni; 1) memfasilitasi siswa merumuskan rangkuman atau kesimpulan
hasil pembelajaran; 2) memberikan evaluasi; 3) memberikan tugas terkait materi
yang telah dibahas atau materi yang akan dibahas pada pertemuan berikut; 4)
memberikan pesan-pesan moral sebelum mengakhiri pembelajaran; dan 5) salam
penutup.
Pasca pembelajaran yang terdiri atas; tiga tahapan pendahuluan, inti, dan
penutup bukan berarti pembelajaran LJBNI sudah berakhir. Pembelajaran masih
tetap berlanjut dalam konteks tindak lanjut. Tindak lanjut mengarah pada hasil
evaluasi yang diberikan pada tahap penutup. Jika hasil evaluasi menunjukkan
bahwa model LJBNI belum optimal dalam mengembangkan HOTS maka perlu
dilakukan remedi individual atau klasikal dengan mempertimbangkan kuantitas
siswa yang belum mencapai HOTS. Jika hasil analisis menunjukkan bahwa
18

