Page 120 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 120
sistematika pembelajaran. Dengan perkataan lain, sebelum melaksanakan
pembelajaran maka ada beberapa aspek yang perlu dilakukan dan setelah
pembelajaran juga perlu dilakukan tindak lanjut. Secara konkrit, prosedur LJBNI
dapat dijelaskan berdasarkan tiga fase pembelajaran di atas.
Pada fase perencanaan pembelajaran yang perlu dilakukan adalah: 1)
mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 2) menyusun LKS
narasi imajinatif sesuai materi yang akan dibahas untuk dijadikan dasar dalam
melakukan lacak jejak; 3) menyiapkan media pembelajaran yang relevan; 4)
menyiapkan sumber belajar yang relevan; dan 5) mengembangkan instrumen
penilaian yang berorientasi HOTS yang dapat dimasukkan dalam satu paket
dengan RPP atau berdiri sendiri.
Fase pelaksanaan pembelajaran mengikuti tiga tahapan utama, yakni: tahap
pendahuluan, inti, dan penutup. Klasifikasi tiga tahapan utama pelaksanaan
pembelajaran sejalan dengan Permendikbud No 103 Tahun 2015 yang kemudian
disempurnakan menjadi Permendikbud No 22 Tahun 2016. Pada tahap
pendahuluan tidak berbeda dengan model pembelajaran lain, terdiri atas beberapa
kegiatan, seperti; 1) menyampaikan salam pembuka; 2) mengecek kehadiran
siswa; 3) berdoa sebelum memulai pembelajaran; 4) memberikan apersepsi; 5)
memberikan motivasi; 6) menyampaikan manfaat dan relevansi materi dengan
kehidupan siswa; 7) menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai; dan
menyiapkan LKS LJBNI yang sudah disusun dan dikembangkan pada fase
perencanaan.
Pada tahap inti (kegiatan inti) atau tahap implementasi prosedur LJBNI
terdiri atas beberapa langkah yang dapat dilakukan guru sejarah, yakni: 1)
membagi kelompok heterogen; 2) menjelaskan tugas dan tanggung jawab
kelompok; 3) mendistribusikan LKS LJBNI dan sumber belajar lain; 4)
menyampaikan pengantar singkat materi yang akan dibahas yang dapat
divariasikan dengan media pembelajaran yang relevan; 5) memfasilitasi siswa
dalam kelompok untuk membaca, memahami, dan mencermati permasalahan
yang dikemukakan dalam LKS LJBNI atau dapat pula divariasikan dengan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk merumuskan permasalahan sendiri;
17

