Page 116 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 116

pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan keterampilan bertanya. Pembelajaran
                           sejarah  akan  kehilangan  makna  tanpa  pertanyaan.  Keterampilan  bertanya  tidak
                           hanya  berkaitan  cara  guru  mengajukan  pertanyaan  melainkan  juga  susbtansi

                           pertanyaan  mengarah  pada  pengembangan  kemampuan  berpikir  siswa  yang
                           analitis,  evaluatif,  dan  kreatif.  Untuk  mengembangkan  HOTS  melalui

                           keterampilan  bertanya,  maka  dapat  dilakukan  guru  sejarah,  antara  lain  dengan
                           menggunakan  instrumen  atau  Lembar  Kerja  Siswa  (LKS)  yang  bersifat

                           investigatif.
                                 Berdasarkan LKS  investigatif, guru memfasilitasi siswa melacak peristiwa

                           sejarah  secara  imajinatif.  LKS  investigatif  ini  didesain  dalam  bentuk  narasi
                           imajinatif  yang kemudian secara teknis konseptual disebut Lacak Jejak Berbasis
                           Narasi  Imajinatif  (LBNI).  LJBNI  dapat  dipahami  sebagai  sebuah  model

                           pembelajaran sejarah berbasis kooperatif dan konstruktivistik yang menggunakan
                           instrumen LKS imajinatif sebagai sarana bagi siswa untuk melakukan pelacakan

                           jejak  sejarah.  Dengan  demikian,  dalam  pembelajaran  sejarah,  LJBNI  bukan
                           sekadar berfungsi sebagai  LKS untuk memfasilitasi siswa melakukan investigasi
                           melacak peristiwa sejarah atau permasalahan yang dikaji dalam LJBNI melainkan

                           memiliki  prosedur  pelaksanaan  yang  sistematis,  karena  itu  LJBNI  ini
                           sesungguhnya  lebih  berorientasi  pada  model  pembelajaran  sejarah  yang  dalam

                           pelaksanaannya membutuhkan instrumen atau LKS Narasi Imajinatif .
                                 Model LJBNI memiliki kerangka konseptual yang kuat karena menekankan

                           dua hal vital dalam pembelajaran sejarah,  yakni  lacak jejak dan imajinasi. Alwi
                           (2000:  622)  menjelaskan  lacak  adalah  mencari,  memeriksa  dengan  teliti,  dan

                           menyelediki.  Sedangkan  jejak  bermakna  peristiwa.  Jadi  lacak  jejak  artinya
                           menyelidiki  suatu  peristiwa.  Konsep  lacak  jejak  ini  sangat  relevan  dengan
                           pembelajaran sejarah karena berorientasi pada menyelidiki suatu peristiwa sejarah

                           secara mendalam sehingga membutuhkan pemikiran siswa yang analitis dan kritis
                           (HOTS).  Dalam  proses  melacak  peristiwa  sejarah,  akan  lebih  menarik  jika

                           dilakukan melalui suatu narasi yang bersifat imajinatif.
                                 Dasar teoretis perlunya imajinasi dalam pembelajaran sejarah dikemukakan

                           Kartodirdjo (1992: 91) “dari pengalaman sehari-hari kita mengetahui bahwa  kita



                                                                13
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121