Page 180 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 180

Wawasan Nusantara Sebagai Strategi Pembagunan Maritim
                                       Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia


                                                                         1
                                                      Rendy Suhardiman


                                     2
                        Pendahuluan

                               Sebelum  lahirnya  Konvensi  Hukum  Laut  PBB  Tahun  1982  (United


                        Nations  Convention  on  the  Law  of  the  Sea/UNCLOS  1982)  yang  menetapkan

                        lebar  laut  teritorial  adalah  12  mil  laut,  Pemerintah  Indonesia  melalui  Perdana

                        Menteri Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 telah lebih dahulu menyuarakan


                        perubahan.  Pada  konvensi  hukum  laut  I  dan  II  yang  dilangsungkan  di  Jenewa,

                        masalah kesepakatan tentang luas laut teritorial tidak dapat dicapai kesepakatan


                        dan hanya menetapkan lebar laut teritorial seluas 3 mil laut berdasarkan konvensi

                        saat  itu.  Hal  tersebut  dikuatkan  dengan  produk  hukum  Territoriale  Zee  en


                        Maritime Kringen Ordonantie 1939 yang dimuat dalam Staatsblad 1939 No. 442

                        Pasal  1  (1)  yang  menetapkan  lebar  wilayah  laut  teritorial  Indonesia  adalah  3


                        mil.Kondisi di atas bagi negara kepulauan (archipelagic state) seperti Indonesia,

                                          3
                        sangat  merugikan. Ordonansi  ini  dikeluarkan  untuk  mempersiapkan  liberalisasi

                        pelayaran dimana posisi laut dalam (3 mil dari garis pantai) merupakan laut bebas

                        yang  boleh  digunakan  oleh  siapa  saja  tanpa  harus  meminta  ijin  kemudian







                        1
                         Peneliti Pada Institute For Defense And Strategic Research (Lembaga Riset Pertahanan Negara
                        dan Srtategi), Peneliti kajian- kajian Strategis termasuk diantaranya adalah militer dan bidang
                        Intelijen.
                        2  Penelitian ini disupervisi oleh Direktur IDSR Yohanes Sulaiman Ph.D dan Peneliti Utama IDSR
                        Ian Montratama serta Laksda Untung Suropati
                        3 http://www.negarahukum.com/hukum/lahirnya-konsepsi-politik-wawasan-nusantara.html
                        diunduh pada tanggal 19 November 2016



                                                               1
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185