Page 184 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 184
Apabila ada selat yang lebarnya tidak melebihi dua puluh empat mil laut dan
negara Indonesia tidak merupakan satu-satunya negara tepi (artinya ada
negara tetangga), maka garis batas Laut Wilayah Indonesia ditarik pada
tengah selat.
Perairan Pedalaman Indonesia (Perairan Nusantara) adalah semua perairan
yang terletak pada sisi dalam dari garis besar.
Hak Lintas Damai kendaraan air (kapal) asing, diakui dan dijamin sepanjang
tidak mengganggu atau bertentangang dengan keamanan serta keselamatan
negara dan bangsa.
Tidak berlakunya lagi pasal 1 ayat (1) angka 1 sampai dengan 4 Territoriale
Zee Maritieme Kringen Ordonantie 1939.
Implikasi positif klaim Wawasan Nusantara yang tercantum dalam UU No. 4/
Prp 1960 adalah sebagai berikut :
1. Wilayah Indonesia berdasarkan TZMKO 1939 luasnya hanya 2.027.087 km2,
namun setelah berlakunya UU No. 4/Prp. 1960 tersebut, luas wilayah
Indonesia menjadi 5.193.250. km2 (daratan dan lautan). Berarti luas wilayah
bertambah 3.166.163 km2 (perairan) atau lebih kurang bertambah 145% dari
luas sebelumnya. Meskipun pertambahan wilayah tersebut berwujud perairan,
tetapi di perairan tersebut terdapat banyak sumber daya alam, seperti minyak
bumi, gas alam, batu bara, dan perikanan.
2. Konsep ‘tanah-air’ yang tercantum didalam alinea ke-4 pembukaan UUD
1945 dan Pasal 1 (1) UUD 1945 dapat benar-benar dimiliki oleh Indonesia.
5

