Page 188 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 188

teritorial diukur, sehingga negara pantai dapat menetapkan batas melebihi 200 mil


                        laut tetapi tidak boleh melebihi 350 mil laut.

                               Regulasi  konsepsi  negara  kepulauan  (archipelagic  state)  telah


                        mengakibatkan perubahan pada panjang garis pantai yang tadinya melebihi jarak

                        jumlah  total  sepanjang  33.972  mil  menjadi  8.069,8  mil.  Perlu  diingat  bahwa


                        bukan  hanya  negara  RI  saja  yang  mengeluarkan  Deklarasi  tentang  Landas

                        Kontinennya,  tetapi  Presiden  Truman  dari  Amerika  Serikat  pada  28  September


                        1945  juga  telah  mengumandangkan  Proklamasi  tentang  Landas  Kontinen

                        (Continental Shelf) negara Amerika Serikat


                               Terkait konsepsi negara kepulauan, konsepsi tersebut telah diterima oleh

                        masyarakat internasional dan dimasukan kedalam UNCLOS III 1982, utamanya

                        pada  pasal  46.  Dalam  pasal  tersebut,  disebutkan  bahwa,  “Negara  Kepulauan”


                        berarti  suatu  negara  yang  seluruhnya  terdiri  dari  satu  atau  lebih  kepulauan  dan

                        dapat  mencakup  pulau-pulau  lain.  Sedangkan  pengertian  kepulauan  disebutkan


                        sebagai suatu gugusan pulau, termasuk bagian pulau, dimana perairan diantaranya

                        merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau yang


                        secara historis dianggap sebagai demikian. Di dalam sejarah hukum laut Indonesia

                        sudah  dijelaskan  dalam  deklarasi  Juanda  1957,  yang  merupakan  pernyataan


                        politik  tentang  wilayah  perairan  Indonesia.  Isi  pernyataan  politik/deklarasi

                        tersebut  adalah  sebagai  berikut  “Segala  perairan  di  sekitar,  diantara  dan  yang


                        menghubungkan  pulau-pulau  atau  bagian  pulau-pulau  yang  termasuk  daratan

                        negara RI dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang

                        wajar  daripada  wilayah  daratan  RI  dan  dengan  demikian  merupakan  bagian






                                                               9
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193