Page 192 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 192

  Negara  kepulauan  harus  mengumumkan  sebagaimana  mestinya  peta  atau


                            daftar  koordinat  geografis  demikian  dan  harus  mendepositkan  satu  salinan

                            setiap peta atau daftar demikian ke Sekjen PBB.


                            Selanjutnya, diatur bahwa ketentuan yang tertuang dalam pasal 47 merupakan

                        garis  pangkal  untuk  pengukuran  lebar  laut  teritorial,  zona  tambahan,  ZEE  dan


                        landas kontinen bagi suatu negara kepulauan (pasal 48). Dengan kata lain, pasal

                        48 mengukuhkan bahwa untuk suatu negara kepulauan, garis-garis pangkal lurus


                        kepulauan  mempunyai  fungsi  yang  sama  dengan  garis-garis  pangkal  lain  yang

                        diakui oleh Konvensi Hukum Laut 1982, seperti garis –garis pangkal biasa dan


                        garis-garis pangkal lurus. Dari beberapa aturan yang telah diuraikan diatas, jelas

                        bahwa  Indonesia  yang  berstatus  sebagai  negara  kepulauan  akan  diuntungkan,

                        karena  dapat  menggunakan  kelebihan-kelebihan  yang  dimiliki  cara  penarikan


                        garis-garis pangkal kepulauan.

                               Dengan alasan di atas, Indonesia menuangkan konsepsi negara kepulauan


                        dalam amandemen ke 2 UUD 1945 Bab IXA tentang wilayah negara. Pada pasal

                        25E  berbunyi  ”Negara  Kesatuan  RI  adalah  negara  kepulauanyang  berciri


                        nusantara  dengan  wilayah-wilayah  yang  batas-batasnya  dan  hak-haknya

                        ditetapkan dengan undang-undang.” Selain itu, dalam pasal 2 Undang-Undang No


                        6  tahun  1996  tentang  Perairan  Indonesia,  pemerintah  Indonesia  secara  tegas

                        menyatakan bahwa negara RI adalah negara kepulauan.


                               Sebagaimana yang disyaratkan oleh pasal 46 Konvensi Hukum Laut PBB

                        1982, tidak semua negara yang wilayahya terdiri dari kumpulan pulau-pulau dapat

                        di anggap sebagai negara kepulauan. Dari peraturan peundang-undangan nasional






                                                              13
   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197