Page 187 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 187
5
kontinen. Landas kontinen yang menurut pengertian hukum laut internasional
mencakup seluruh pengertian tepian kontinen (continental margin) yang secara
geografik meliputi: Landas atau Dataran Kontinen, Lereng Kontinen pada dasar
laut dan tanah dibawahnya, sampai kedalaman 200 meter atau lebih, selama masih
dapat dilakukan eksplorasi dan eksploitasi.Dalam Deklarasi Djuanda juga dibahas
mengenai landas kontinen yang mengandung ketentuan sebagaimana
dimaksudkan diatas adalah sebagai berikut:
a. Segala sumber kekayaan-kekayaan alam yang terdapat dalam Landas
Kontinen Indonesia adalah milik eksklusif negara Indonesia.
b. Pemerintah Indonesia bersedia menyelesaikan soal garis batas Landas
Kontinen dengan negara-negara tetangga melalui perundingan.
c. Jika tidak ada perjanjian garis batas, maka batas Landas Kontinen Indonesia
adalah suatu garis yang ditarik ditengah-tengah antara pulau terluar Indonesia
dengan titik luar wilayah negara tetangga.
d. Klaim diatas tidak mempengaruhi sifat serta status dari perairan diatas Landas
Kontinen Indonesia, maupun ruang udara diatasnya.
Wilayah ini mencakup dasar laut dan tanah dibawah dasar laut diluar laut
teritorial dan merupakan kelanjutan dari wilayah daratan sampai tepi luar dari
batas kontinen. Berdasarkan batasan ini negara pantai dapat menetapkan dua
kriteria landas kontinen. Pertama, wilayah yang lebarnya dari zona landas
kontinen dibatasi sampai jarak 200 mil laut dari garis dasar batas teritorial diukur.
Kedua, tepi luar dari landas kontinen melebihi 200 mil dari garis dasar laut
5 Syamsumar Dam, Politik Kelautan (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 20
8

