Page 186 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 186

2.  Keputusan  Presiden  No.  66  Tahun  1972  (LN.  1972  No.  45)  tentang


                            penetapan batas laut antara RI – Australia di Laut Timor dan Laut Arafuru.

                        3.  UU  No.  6  Tahun  1973  (LN.  1973  No.  58),  tentang  perjanjian  antara


                            Indonesia  dengan  Australia  mengenai  garis-garis  batas  tertentu  antara

                            Indonesia dengan PNG


                        4.  UU No. 7 tahun 1973 (LN. 1973 No. 59) tentang perjanjian antara Indonesia

                            dengan Singapura mengenai penetapan garis batas laut wilayah kedua negara


                            di Selat Singapura.

                        5.  Keppres  No  24  Tahun  1978  (LN.  1978  No  37)mengesahkan  persetujuan


                            antara Pemerintah RI, Pemerintah Republik  India dan Pemerintah Kerajaan

                            Thailand,  tentang  penetapan  titik  pertemuan  tiga  garis  batas  dan  penetapan

                            garis batas Ketiga Negara di Laut Andaman.


                        6.  Keppres  No.  6  Tahun  1980  (LN.  1980  No.  3)  tentang  pengesahan

                            persetujuan  dasar  antara  RI  dan  PNG  tentang  pengaturan-pengaturan


                            perbatasan kedua negara.

                            Walaupun  pemerintah  Indonesia  telah  mencapai  sejumlah  pengakuan  atas


                        batas wilayahnya, namun pada masa awal, Deklarasi Djuanda mendapatkan protes

                        dari  berbagai  negara.  Indonesia  terus  mempertegas  posisinya  dengan


                        mengeluarkan Undang-undang No. 4 Prp Tahun 1960 dan Peraturan Pemerintah

                        No.  8  tahun  1962  tentang  lalu  lintas  damai  kendaraan  air  asing.  Selanjutnya,


                        Indonesia kembali mempertegas mengenai landasan kontinen dan pada tanggal 17

                        Februari  1969  dan  dikukuhkan  melalui  UU  no.  1  tahun  1973  tentang  landasan









                                                               7
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191