Page 197 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 197
UNCLOS 1982 di forum PBB, maka bertambah luaslah perairan yurisdiksi
nasional Indonesia 3x lipat menjadi 5,8 juta km². Sungguh suatu prestasi anak
bangsa di bidang diplomasi yang layak dicatat dalam lembar sejarah.
Sebagaimana kita ketahui, UNCLOS 1982 adalah konsep Wawasan Nusantara
yang telah diinternasionalisasi. UNCLOS 1982 akhirnya diratifikasi dengan UU
6
Nomor 17 Tahun 1985, dan terhitung mulai tanggal 16 Nopember 1994 berlaku
sebagai hukum positif. Keempat, aspek historis. Eksistensi bangsa Indonesia saat
ini tidak dapat terlepas dari keterkaitannya dengan bangsa pendahulunya yang
hidup di bumi nusantara, termasuk diantaranya keterkaitan dengan kerajaan bahari
besar, seperti Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, dan kerajaan-kerajaan lain
di bumi nusantara. Bangsa Indonesia saat ini bukanlah bangsa yang terbentuk
sejak proklamasi Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, melainkan bangsa
yang peradabannya telah tercatat sejarah sejak abad kelima dalam wujud
pemerintahaan kerajaan-kerajaan di bumi nusantara.
Dalam upaya mewujudkan tujuan nasionalnya, pemerintah Indonesia
menetapkan sejumlah strategi pembangunan. Strategi pembangunan ini harus
selaras dengan konsep Wawasan Nusantara, yang pada hakikatnya meliputi tiga
aspek. Pertama, sarana (means). Yaitu segenap sumber daya nasional baik yang
bersifat statis maupun dinamis. Kedua, cara (ways). Yaitu pemilihan strategi yang
tepat dalam mencapai tujuan. Ketiga, tujuan (ends). Yaitu terwujudnya Indonesia
sebagai Poros Maritim Dunia.
6 Badan Geospasial Indonesia : http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/big-serahkan-
peta-nkri-kepada-kemenkokesradiunduh pada tanggal 12 Juli 2016
18

