Page 202 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 202
Lanka dan Selatan Thailand (Sri Lanka pernah menjadi jajahan Sriwijaya, begitu
juga Selatan Thailand, bahkan Thailand mengklaim bahwa pusat Sriwijaya ada di
Thailand).
Fakta kedua, Sriwijaya adalah negara maritim kuat dengan kekuatan
militer super power di Laut Malaka, Samudra Hindia, Laut Jawa, Laut China
Selatan, Laut Sulawesi, dan Laut Selatan Jawa. Fakta menarik adalah salah satu
raja Sriwijaya pernah meyerang hingga ke Kamboja dan meraih kemenangan
mutlak. Namun sang raja tidak menjadikan Kamboja sebagai wilayah
kekuasaannya sebab yang diinginkannya hanya kepala Raja Kamboja yang telah
menyinggungnya dengan berkata kepada para mentrinya bahwa ia menginginkan
melihat kepala Raja Sriwijaya ada di piring makannya. Penyerbuan berlangsung
singkat dan Raja Kamboja dihukum mati karena telah menyinggung Sang Raja
Sriwijaya. Fakta lainnya, Sriwijaya juga pernah melancarkan invasi ke Selatan
Tiongkok. Mongol yang saat itu menjadi negara super power (menguasai Persia,
Cina, Rusia, sebagian Eropa terutama Polandia dan Hungaria) tidak pernah berani
menyerbu ke Sriwijaya karena armada mereka dua kali dihancurkan di laut saat
hendak menginvasi Jepang. Hal ini dimungkinkan karena memang Sriwijaya
merupakan satu-satunya negara maritim terkuat di dunia saat itu tetapi dunia tidak
mengakui hal ini, karena mereka lebih suka mengklaim armada Mongol
tenggelam karena Badai Kamikaze.
Sriwijaya adalah kerajaan yang ditakuti oleh Mongol. Sejarah
membuktikan bahwa tentara Mongol yang kuat di bawah kekuasaan Khubilai
Khan gagal menguasai Myanmar karena saat itu hampir seluruh Asia Tenggara di
23

