Page 201 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 201
Gowa, Ternate, Tidore, dan kerajaan-kerajaan lainnya yang telah menduduki
wilayah nusantara secara silih berganti hingga akhirnya muncul bentuk Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tanggal 17 Agustus 1945. NKRI harus
dimaknai bukan sebagai negara baru, melainkan suatu negara yang dibentuk oleh
bangsa Indonesia yang mewarisi peradaban nenek moyangnya termasuk dari
jaman kerajaan-kerajaan terdahulu di atas.
Sriwijaya adalah kerajaan nusantara pertama dan terluas melebihi
Majapahit, luas kekuasaan Sriwijaya membentang dari Fhilipina di timur
(dibuktikan dengan ditemukan kota di di Fhilipina yang bernama Srivijay) hingga
di barat Madagaskar (kemungkinan sebagian timur pantai Afrika (dibuktikan
dengan ditemukan banyak sisa artefak berupa peralatan dapur terbuat dari tanah
liat yang mirip dengan peralatan yang banyak digunakan semasa jaman kerajaan
Sriwijaya). Kemungkinan besar para pelaut Sriwijaya sudah menambang hingga
ke Afrika, jauh sebelum bangsa Eropa menemukan Tanjung Harapan di Selatan
Afrika. Hal tersebuti juga salah satu faktor yang mendukung pendapat yang
menyatakan bahwa pulau Sumatra disebut Pulau Emas. Tidak lain dan tidak
bukan karena sejak jaman dulu bangsa Sriwijaya telah menguasai teknik
pertambangan, dan bahkan telah mengekspansi pertambangannya jauh hingga ke
benua Afrika. Di selatan batas kekuasan Sriwijaya adalah pulau Jawa dan
kemungkinan sebagian pulau Bali dan Nusa (dibuktikan dengan situs dan Candi
Borobudur itu sendiri, sebab bangsa Sriwijaya penganut ajaran Budha sementara
kerajaan di Jawa penganut Hindu, sehingga kemungkinan kuat candi Borobudur
adalah hasil bangunan kerajaan Sriwijaya). Di utara batas kerajaan ini adalah Sri
22

