Page 198 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 198

Wawasan Nusantara


                               Wawasan  Nusantara  adalah  sebuah  konsep  yang  dipakai  oleh  bangsa

                        Indonesia  untuk  mendefinisikan  dirinya  sebagai  sebuah  negara  kepulauan  yang


                        dihubungkan  dan  dipersatukan  oleh  lautan  yang  berada  diantara  pulau-pulau

                        tersebut.  Konsep  Wawasan  Nusantara  memiliki  dua  elemen  utama.  Elemen


                        pertama  adalah  elemen  identitas  Bangsa  Indonesia,  yang  didasari  oleh  corak

                        budaya kemaritiman, keberagaman suku, agama, dan ras, dan sejarah Indonesia.


                        Elemen kedua adalah elemen strategis, yang berdasarkan kepada kalkulasi posisi

                        strategis Indonesia sendiri, yang mengakibatkan banyaknya peluang dan sekaligus


                        ancaman  yang  memiliki  potensi  untuk  merusak  persatuan  dan  kesatuan  Negara

                        Kesatuan Republik Indonesia.



                        Wawasan Nusantara Sebagai Konsep Identitas Bangsa Indonesia


                               Pemikiran  konsep  Wawasan  Nusantara  sebagai  konsep  identitas  bangsa


                        sebetulnya memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Walaupun jaman dahulu,

                        berabad-abad sebelum kedatangan Kerajaan Belanda dan sebelum adanya gerakan


                        untuk  mencari  identitas  nasional  yang  dikukuhkan  dalam  Sumpah  Pemuda  28

                        Oktober  1928,  belum  ada  pemikiran  bahwa  seluruh  wilayah  yang  sekarang  ini


                        merupakan wilayah Indonesia yang memiliki sebuah identitas bangsa dan negara

                        yang  sama  namun  kesadaran  atas  strategisnya  posisi  Asia  Tenggara  dalam

                        perpolitikan global sudah ada.



                               Jika  ditarik  jauh  ke  belakang,  semakin  ditinggalkannya  orientasi  ke  laut

                        oleh masyarakat kita telah terjadi sejak VOC VeerenigdeOostIndischeCompagnie






                                                              19
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203