Page 199 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 199

yang telah menancapkan pengaruhnya terhadap kerajaan Mataram Jawa agar kita


                        lebih  berorientasi  kontinental  agraris.  Keterlibatan  VOC  dalam  suksesi

                        kepemimpinan  di  Jawa  dari  abad  ke-17  hingga  ke-  18  memiliki  konsekuensi


                        jatuhnya  wilayah  Pantai  Utara  Jawa  (Pantura)  melalui  kontrak-kontrak  politik

                        yang  dipaksakan.  Situasi  ini  memposisikan  VOC  menjadi  raja  baru  yang


                        menguasai  ekonomi  di  Jawa  terutama  yang  berbasis  di  Laut  Jawa  yang  diikuti

                        penguasaan politik lebih luas pada masa-masa setelahnya.


                               Aktivitas  ini  kemudian  semakin  mempersempit  aktivitas  pelaut-pelaut

                        pribumi  yang  diperparah  oleh  kebijakan  Raja  Mataram  pada  waktu  itu,


                        Amangkurat  I  (1647-1677).  Secara  represif,  Amangkurat  I  telah  menjauhkan

                        rakyat  Mataram  dari  aktivitas  kemaritiman.  Daerah-daerah  yang  menjadi  pusat

                        perdagangan pesisir yang lepas dari kendalinya dihancurkan dan sejak tahun 1651


                        melarang rakyatnya berdagang ke seberang lautan. Pada tahun 1655 Amangkurat I

                        menutup  semua  pelabuhan  dan  memerintahkan  pasukannya  untuk  melakukan


                                                          7
                        penghancuran  seluruh  kapal  Jawa.   Sementara,  dalam  waktu  yang  bersamaan,
                        VOC  memulai  pembangunan  kantor-kantor  perdagangan  di  wilayah-wilayah


                        pantai  maupun  pedalaman  Mataram  yang  menjadi  penanda  Mataram  sebagai

                        kerajaan yang sepenuhnya bersifat agraris. Pada masa Amangkurat III, secara sah

                                                                                                8
                        VOC mendapatkan semua bandar laut yang sebelumnya dimiliki Mataram.





                        7 Anthony Reid, Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680: Jaringan Perdagangan Global,
                        Terjemahan  R.  Z  Leirissa dan P. Soemitro(Jakarta: Yayasan Obor Indonesi, 2011) dan  Sejarah
                        Modern Awal Asia Tenggara: Sebuah Pemetaan. Terjemahan Sori Siregar (Jakarta: LP3ES, 2004),
                        hlm. 105.
                        8 F. A Sutjipto Tjiptoatmojo, “Kota-kota Pantai di Sekitar Selat Madura Abad XIX sampai Medio
                        Abad  XIX”  (Disertasi  Doktoral  Ilmu  Sejarah  pada  Fakultas  Sastra  Universitas  Gadjah  Mada,
                        1983), hlm. 190-191.


                                                              20
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204