Page 203 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 203

bawah pengaruh Kerajaan Sriwijaya sehingga tidak tertutup kemungkinan bahwa


                        Mongol juga gagal menginvasi Myanmar karena adanya campur tangan pasukan

                        Sriwijaya dalam pertempuran Myanmar melawan pasukan Mongol.Kegagalan di


                        laut  dan  di  darat  membuat  Mongol  mengubah  taktik  dengan  cara  mencoba

                        menyerang  Sriwijaya  dari  belakang.  Mongol  berupaya  bersekutu  dengan


                        Singasari.  Kerajaan  ditimur  Pulau  Jawa  ini  memang  terkenal  musuh  bebuyutan

                        Sriwijaya  namun  sayang  cara  ini  pun  gagal.  Raja  Singasari  malah  memotong


                        telinga  utusan  Mongol.  Raja  terakhir  Sriwijaya  adalah  raja  pertama  Kerajaan

                        Malaka di Malaysia. Saat kerajaan Sriwijaya di ambang kehancuran, raja terakhir


                        Sriwijaya melarikan diri ke Malaka yang saat itu memang bagian dari Kerajaan

                        Sriwijaya, disana ia mendirikan Kerajaan Malaka dan masuk Islam.

                               Kerajaan  Majapahit  adalah  salah  satu  kerajaan  besar  di  nusantara  yang


                        mencapai puncak kebesarannya pada abad ke XIV. Pada masa itu, pemerintahan

                        dikuasai  oleh  Raja  Hayam  Wuruk.  Pada  masa  itu,  kekuasaan  dan  kebesaran


                        Kerajaan  Majapahit  sangat  luas.  Kerajaan  ini  memiliki  pengaruh  di  seluruh

                        nusantara,  bahkan  terhadap  negara  tetangganya  di  Asia  Tenggara.  Akan  tetapi


                        setelah  berada  dibawah  kekuasaan  raja-raja  penggantinya,  kekuasaaan  Kerajaan

                        Majapahit berangsur-angsur mulai hilang.


                           Keruntuhan kerajaan Majapahit dilanjutkan dengan munculnya kekuatan baru

                        kerajaan  di  daerah  pesisir.  Pada  tahun  2002,  Nurhadi  Rangkuti  menyampaikan


                        sebuah  makalah  hasil  penelitiannya  pada  Pertemuan  Ilmiah  Arkeologi  IX  di

                        Kediri. Dalam makalahnya dikemukakan pembahasan mengenai daerah pinggiran

                        Kota  Majapahit.  Hal  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  batas-batas  hunian  Kota






                                                              24
   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208