Page 205 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 205
persahabatan yang setara (mitra satata).Luas daerah pengaruh kekuasaan
Majapahit di nusantara dikuatkan oleh pernyataan yang dikemukakan oleh Tomé
Pires dalam tulisannya Suma Oriental pada 1512-1515. Di dalam Suma Oriental
tersebut, Tomé Pires menulis:
“.... that the island of Java used to rule as far as the Moluccas (Malucco) on the
eastern side and (over) a great part of the west, and that it had almost all the
island of Sumatra under its dominion and all the islands known to the Javanese,
and that it had all this for a long time past until about hundred years ago, when
its power began to diminish until it came to its present state,....” (Costesâo I,
10
1944:174) .
Dari pernyataan Tomé Pires tersebut kita dapat mengetahui bahwa sampai
kira-kira awal abad XV pengaruh Majapahit masih hampir di seluruh nusantara.
Diluar persoalan pro dan kontra, Majapahit diakui merupakan sebuah kerajaan
besar dan basis ekonominya yang bersifat agraris semi komersial. Pengaruhnya,
setidaknya pengaruh kultural, cukup luas tersebar. Pada waktu itu, penguasa
Majapahit telah berhasil sepenuhnya menegakkan kesatuan politik dalam suatu
wilayah yang luasnya belum pernah terjadi pada masa sebelumnya Seperti
tercermin dalam Kakawin Nagarakartagama, hubungan yang terjalin dengan
kerajaan lain di nusantara merupakan hubungan kerjasama regional yang saling
menguntungkan. Majapahit sebagai kerajaan agraris yang semi komersial
berkepentingan untuk memperoleh komoditas perdagangan dan daerah pemasaran
produk agrarisnya. Dengan demikian, Majapahit sebagai negara adikuasa
10
Hasan Djafar, Masa Akhir Majapahit, Girindrawarddhana Dan Masalahnya, 2009, Komunitas
Bambu, Maret, Jakarta, hlm 42-47.
26

