Page 204 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 204

Majapahit  pada  masa  pemerintahan  Hayam  Wuruk  yang  berdasarkan  fenomena


                        pemekaran  kota  (Rangkuti,  2008).  Wilayah  Kota  Majapahit  tersebut  luasnya

                        diperkirakan sekitar 11 x 9 km. Luas tersebut didasarkan atas temuan tiga yoni


                        besar yag berhias nagaraja. Yoni ini merupakan bagian dari bangunan keagamaan

                        yang terletak di  pinggiran kota di  penjuru mata angin Dengan menghubungkan


                        temuan  yoni  berhiaskan  nagaraja  tersebut  dengan  jaringan  kanal-kanal  dan

                        danau-danau yang ada di bagian dalam Kota Majapahit. Rangkuti mengemukakan


                        suatu  kemungkinan  bahwa  tata  letak  bekas  Kota  Majapahit  itu  melambangkan

                        kisah amèrtamanthana  (Rangkuti, 2006).  Dari Sèrat  Pararaton,  kita mengetahui

                        bahwa  Râjasawardhana  pada  Šaka  1373  menjadi  Raja  Majapahit  tetapi


                        berkedudukan  di  Kèliñ-Kahuripan  (Bhre  Pamotan  añjénéñ  i  Kèliñ,  Kahuripan,

                        abhisekanira šrî Râjasawardhana) (Par²:40).


                           Pada  tahun  Šaka  1390  Bhre  Pandansalas  berkeraton  di  Daha.  Hal  ini

                        disebabkan  keratonnya  di  Tumapel  direbut  oleh  Bhre  Kertabhumi.  Awalnya


                        Kéliñ,  Kahuripan  dan  Daha  adalah  negara  daerah  yang  membentuk  Kerajaan

                        Majapahit. Karena ketidakstabilan politik maka ibukota kerajaan sering berpindah


                        dari  satu  propinsi  ke  propinsi  yang  lain.  Kerajaan  Majapahit  pada  masa

                        pemerintahan Raja Hayam Wuruk telah mencapai masa keemasan. Pemberitaan


                        Prapanca dalam Kakawin Nagarakartagama menjelaskan bahwa daerah yang ada

                        dibawah  pengaruh  kekuasaan  Majapahit  sangat  luas,  yaitu  meliputi  hampir


                        seluruh negara Indonesia sekarang, dimulai dari daerah di Pulau Sumatera bagian

                        Barat, sampai ke daerah di Maluku bagian Timur. Bahkan, pengaruh Majapahit

                        meluas  sampai ke negara tetangga di  Asia Tenggara  yang dijalin dalam bentuk






                                                              25
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209