Page 200 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 200

Sepanjang sejarahnya, laut Indonesia memiliki peran historis yang penting


                        dan akan memiliki peran yang jauh lebih penting di masa kini dan masa yang akan

                        datang.  Oleh  karenanya,  kita  perlu  merubah  paradigma  lama  yang  masih


                        menganggap  kita  hanya  sebagai  negara  agraris  besar,  namun  mengabaikan

                        kehidupan  kemaritiman.  A.B.  Lapian  mengungkapkan  situasi  ini  terjadi  karena


                        kita  selama  ini  telah  salah  mengartikan  gelar  yang  telah  kita  sandang  sebagai

                        archipelagic state. Archipelagic state selama ini selalu diartikan sebagai negara


                        kepulauan  yang  dipisahkan  oleh  lautan  namun  sesungguhnya,  archipelagic

                        merupakan  kata  yang  berasal  dari  bahasa  yunani  terbentuk  dari  dua  suku  kata


                        yaitu  arch  (besar  atau  utama)dan  pelagos  (laut)  sehingga  lebih  tepat  memiliki

                        makna  sebagai  negara  laut  utama  yang  dihiasi  oleh  pulau-pulau  bukan  negara

                                                        9
                        pulau-pulau yang dikelilingi laut.

                               Lebih  lanjut,  A.B.  Lapian  menegaskan  bahwa  sejarah  nusantara  adalah

                        sejarah  bahari.  Sementara,  kata  bahari  yang  memiliki  tiga  makna  yaitu  zaman


                        dahulu kala, elok sekali, dan berkaitan dengan laut. Dengan kata lain, kata bahari

                        memiliki makna yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan laut yang elok pada


                        dahulu  kala.  Oleh  karenanya,  sejarah  nusantara  adalah  sejarah  yang  berkaitan

                        dengan laut yang elok pada zaman dahulu kala.


                               Hanya  Saja  Wawasan  Nusantara  saat  ini  tidak  cukup  hanya  dimaknai

                        sebagai hukum laut Indonesia. Wawasan Nusantara sebaiknya dimaknai sebagai


                        konsepsi  identitas  bangsa  Indonesia.  Identitas  bangsa  yang  memiliki  ikatan

                        sejarah  dengan  Kerajaan  Sriwijaya,  Majapahit,  Demak,  Banten,  Padjadjaran,


                        9
                        A B Lapian, Orang Laut, Bajak Laut dan Raja Laut: Sejarah Kawasan Lau Sulawesi Abad XIX
                        (Jakarta: Komunitas Bambu, 2009), hlm. 2


                                                              21
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205