Page 195 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 195
a. Budaya Maritim. Merevitalisasi budaya maritim sebagai akar budaya
bangsa melalui redefinisi identitas nasional Indonesia sebagai bangsa maritim.
b. Ekonomi Maritim. Mengelola sekaligus melestarikan sumber daya maritim
yang begitu melimpah bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa.
c. Konektivitas Maritim. Membangun infrastuktur maritim dan sarana/prasarana
perhubungan (tol laut) sehingga terjalin konektivitas antarpulau seluruh
Indonesia.
d. Diplomasi Maritim. Mengedepankan metode smart diplomacy dalam
membangun kerja sama bilateral/multilateral, termasuk dalam penanganan
konflik regional aspek maritim.
e. Pertahanan Maritim. Peningkatan kerja sama seluruh pemangku kepentingan
yang bergiat di laut dan penguatan alutsista beserta doktrin, taktik, dan
strateginya guna memperkuat sistem pertahanan negara di laut.
Langkah Presiden Joko Widodo merupakan terobosan baru dalam sejarah
politik di Indonesia. Dengan visi maritimnya, Presiden Joko Widodo bertekad
merubah paradigma berpikir bangsa yang selama ini sangat kedaratan (continental
oriented). Seperti kita saksikan, dalam beberapa dekade terakhir orientasi
pembangunan lebih dititikberatkan pada sektor pertanian dan industri manufaktur.
Akibatnya, potensi maritim yang begitu melimpah terabaikan. Oleh karena itu
sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo berusaha keras
mengakselerasi pembangunan sektor maritim yang terlupakan selama ini. Sektor
maritim perlu dikelola dengan optimal dan dengan cara yang lebih profesional
16

