Page 193 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 193

yang dikumpulkan oleh UN-DOALOS ada 19 negara yang menetapkan peraturan


                        perundang-undangan  yang  berkaitan  dengan  negara  kepulauan,  yaitu:Antigua

                        dan  Barbados,  Bahama,  Komoro,  Cape  Verde,  Fiji,  Filipina,  Indonesia,


                        Jamaika,  Kiribati,  Maldives,  Kepulauan  Marshall,  PNG,  Kepulauan

                        Solomon, Saint Vincent dan Grenadines, Sao Tome dan Principe, Seychelles,


                        Trinidad dan Tobago, Tuvalu, dan Vanuatu

                               Selanjutnya dalam peraturan pelaksanannya, pemerintah RI mengeluarkan


                        PP No 38 tahun 2002 tentang daftar koordinat geografis titik-titik garis pangkal

                        kepulauan Indonesia. Pada pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa pemerintah menarik


                        garis  pangkal  kepulauan  untuk  menetapkan  lebar  laut  teritorial  sedangkan

                        penarikan garis pangkal kepulauan dilakukan dengan menggunakan; garis pangkal

                        lurus kepulauan, garis pangkal biasa garis pangkal lurus, garis penutup teluk, garis


                        penutup muara sungai, terusan dan kuala, serta garis penutup pada pelabuhan.

                               Hanya saja kepemilikan Indonesia terhadap pulau-pulau kecil, khususnya


                        pulau-pulau  terluar  yang  berbatasan  langsung  dengan  negara  tetangga  masih

                        menyisakan  permasalahan.  Lepasnya  Pulau  Sipadan  dan  Pulau  Ligitan  ke


                        pangkuan Kerajaan Malaysia telah memberikan pelajaran kepada Indonesia atas

                        sengketa wilayah antar negara. Kekalahan Indonesia dalam sengketa tersebut telah


                        memberi  kesadaran  bagi  pemerintah  RI  untuk  tidak  sekedar  memilki  tanpa

                        memiliki  kemampuan  untuk  menguasai  dan  memberdayakannya.  Berkaca  dari


                        maraknya  potensi  konflik  dipulau-pulau  kecil  terluar,  pemerintah  Indonesia

                        kemudian mengeluarkan Perpres No 78 Tahun 2005 tentang pengelolaan pulau-

                        pulau kecil terluar. Perpres tersebut bertujuan untuk:






                                                              14
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198