Page 196 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 196

sehingga  potensi  maritim  bukan  saja  sekadar  untuk  menambah,  namun  bahkan


                        menjadi sumber utama pendapatan nasional.

                               Dengan  visi  maritimnya  pula  Presiden  Joko  Widodo  tampak  ingin


                        membawa  bangsa  besar  ini  sejajar  dengan  bangsa-bangsa  maju  lain  di  dunia.

                        Namun  tentu  semua  harus  diawali  dengan  kemampuan  Indonesia  sendiri


                        mengelola potensi maritimnya. Sebagai negara maritim dengan luas laut 5,8 juta

                        km²,  garis  pantai  sepanjang  95.181  km  (terpanjang  ke-2  di  dunia),  kandungan


                        sumber daya alam yang melimpah, dan secara geografis berada pada posisi silang

                        strategis dunia, Indonesia memiliki potensi luar biasa yang bisa ditawarkan atau


                        dikerjasamakan  dengan  dunia  internasional.  Beberapa  potensi  yang  bisa

                        ditawarkan  ke  investor  asing  antara  lain  pembangunan  deep  seaport,  galangan

                        kapal, pasar grosir hasil laut, dan wisata bahari.


                               Untuk  merealisasikan  visinya,  maka  perlu  keselarasan  cara  pandang

                        sebagaimana  dinarasikan  dalam  konsep  Wawasan  Nusantara.  Sebagai  konsep


                        geopolitik, Wawasan Nusantara pada dasarnya merupakan cara pandang bangsa

                        yang  dijiwai  nilai-nilai  Pancasila,  UUD  1945  dan  sejarah  yang  mengutamakan


                        persatuan  dan  kesatuan  bangsa  serta  kesatuan  wilayah  dalam  penyelenggaraan

                        kehidupan berbangsa dan bernegara.


                               Sebagai  suatu  cara  pandang,Wawasan  Nusantara  memberikan  panduan

                        setidaknya dalam empat aspek. Pertama, aspek budaya. Keanekaragaman budaya


                        dapat  mempererat  rasa  persatuan  dan  kesatuan  bangsa.  Kedua,  aspek  filosofi.

                        Proses  terbentuknya  NKRI    menimbulkan  kesadaran  akan  arti  pentingnya  rasa

                        persatuan dan kesatuan bangsa. Ketiga, aspek kewilayahan. Dengan disahkannya






                                                              17
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201