Page 279 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 279

G.S.S.J Ratulangi        265



               daerah provinsi yang dikepalai oleh seorang gubernur dibantu oleh
               Komite  Nasional  Daerah.  Daerah  bekas  Rikugun  dibagi  menjadi
               empat  gubernemen  (pemerintahan  daerah);  demikian  pula  eks
               daerah Kaigun dibagi menjadi empat gubernemen.
                      Sementara  itu,  di  Yogyakarta,  Sultan  Hamengkubuwono  IX
               pada  5  September  mengeluarkan  pernyataan  bahwa  Negeri
               Ngayogyakarta Hadiningrat yang merupakan kesultanan merupakan
               ‘daerah  Istimewa’  dalam  negara  Republik  Indonesia.  Hubungan
               antara  Ngayogyakarta  Hadiningrat  dan  Pemerintah  Pusat  bersifat
               langsung dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik
               Indonesia.















                        Sukarno dalam satu perbincangan dengan G. S. S. J. Ratulangi
                                  (Sumber: Perpustakaan Nasional RI)

                      Setelah  wilayah  provinsi  ditetapkan,  pada  hari  itu  juga,  19
               Agustus 1945, Presiden Sukarno melantik delapan gubernur masing-
               masing provinsi. Pada saat itulah, G. S. S. J. Ratulangi dilantik menjadi
               Gubernur  Sulawesi.  Tujuh  gubernur  lainnya  adalah  Soetardjo
               Kartohadikoesoemo  (Jawa  Barat),  Raden  Panji  Soeroso  (Jawa
               Tengah), Raden Tumenggung Adipati Aryo Soerjo (Jawa Timur), Mr.
               Teuku Mohammad Hasan (Sumatera), Ir. Pangeran Mohammad Noer
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284