Page 160 - Menabung_Ebook
P. 160
Sekali –kali tidaklah benar, bahwa makin lama makin dikit perputaran
uang. Boleh jadi pendapat serupa itu benar apabila orang menyimpan
uangnya dalam rumahnya atau menyembunyikannya di dalam kasur atau
atau di dalam bantal, sebagaimana diperbuat oleh orang-oranng kaya
dalam cerita kuno. Dalam hal penyimpanan serupa itu tentu pendapat
atau bantahan orang tadi pada tempatnya. Uang simpanan serupa itu
boleh dikatakan modal mati. Lain halnya dengan uang simpanan dalam
bank simpanan, sebab uang simpanan itu tidak tinggal tersimpan saja
dalam lemari besi.
Pendeknya orang tidak usah takut yang uang itu akan sedikit sekali tinggal
dalam perputarannya, apabila semua orang menyimpankan uangnya
dalam Yubin Chokin. Uang yang perlu dijalankan tentu akan dimasukkan
dalam perputaran juga. Tentu sekali orang tidak akan menyimpankan
semua uangnya dalam bank simpanan, sebab menyimpan serupa itu akan
membawa bahaya kelaparan bagi penyimpannya sendiri. Menyimpan
itu hendaknya janganlah terasa bagi kita sebagai beban, tetapi harus
selaku kesenangan. Kesenangan karena menyimpan, itulah yang dapat
mengantar kita kepada yang kita maksudkan.
Sebagai penutup kami menganjurkan: Marilah kita bersama-sama
memajukan masyarakat Indonesia dalam hal kemauan menyimpan, agar
Menabung Masa Prakemerdekaan menyimpan uang. Jika orang sejak kecilnya, membiasakan menyimpan
kita dapat menyusul bangsa-bangsa lain yang telah maju dalam simpan-
uang, boleh jadi tidak akan kedengaran lagi keluh kesah yang mengatakan:
Saya tidak mempunyai pekerjaan atau mata pencaharian, sebab saya tidak
mempunyai uang persediaan untuk mengerjakan ini dan itu.”
Selain itu, pemerintah pendudukan Jepang juga menganjurkan
masyarakat untuk hidup berhemat dengan cara menabung. Hal itu mereka
kaitkan dengan kemampuan untuk mengurus sendiri yang harus dimiliki
oleh bangsa Indonesia. Berikut ini adalah kutipan propaganda hidup hemat
tersebut:
“Pada zaman yang lampau, di waktu bangsa Barat masih memegang
kekuasaan di Asia, sering kita dengar ucapan-ucapan yang merendahkan,
150 bahwa bangsa Timur itu tidak dapat mengatur sendiri rumah tangganya
dengan baik, oleh karena penghidupannya masih selalu boros katanya.
Sekarang zaman sedang mengalami perubahan-perubahan yang besar.
Sejak tanggal 8 bulan 12 tahun yang lalu dengan titah Kerajaan oleh
Balatentara Dai Nippon dirobohkanlah kekuasaan Inggris, Amerika dan
Belanda dan mulailah zaman baru, zaman kemakmuan bersama-sama,
zaman Pembangunan Asia raya! Kerajaan Dai Nippon, Kerajaan Bangsa
Asia telah lama memperlihatkan kepada dunia, bahwa banga Timur pun
dapat mengatur negerinya dengan baik, bahwa banga Timur tidak kalah
dengan bangsa Barat, bahkan lebih sempurna.

