Page 390 - Perdana Menteri RI Final
P. 390

Southeast Asian Studies, 1985), hlm. 123.       Rakyat Republik Indonesia, ( Jakarta : Tanpa Tahun Terbit,          71  P.N.H. Simanjuntak, op. cit., hlm. 177.
                                                                              1983), hlm. 198.
                           37  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 318.                                                                            72  Daniel S Lev, The transition to guided democracy: Indonesian
                                                                          52  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 348.                                politics, 1957-1959, (Jakarta: Equinox Publishing, 2009),
                           38  Remy Madinier, Islam and Politics in Indonesia: The Masyumi
                                                                                                                                                     hlm. 29.
                              Party between Democracy and Integralism, (Singapore: NUS   53  Bruce Glassbuner, op. cit., hlm. 90.
                              Press, 2015), hlm. 160.                                                                                             73  Dikutip sebagaimana aslinya dari Sukarno, “Menjelamatkan
                                                                          54  Sekretariat DPR-GR, op. cit., hlm. 197.
                                                                                                                                                     Republik Proklamasi: tjatatan stenografis dari pidato Presiden
                           39  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 319.
                                                                          55  Hebert Feith, op. cit., hlm. 474.                                      Sukarno tgl. 21 Febr. 1957 djam 20.05 di Istana Merdeka”,
                           40  Hebert Feith, op. cit., hlm. 350.                                                                                     (Jakarta: Kementerian Penerangan R. I., 1957) hlm. 9.
                                                                          56  Indonesia Sekretariat Negara, 30 tahun Indonesia merdeka,              Ungkapan yang sama diulangi kembali pada hlm. 10.
                           41  Tanggal yang ditentukan adalah 29 September 1955 untuk   (Jakarta : Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1986),
                              pemilihan anggota DPR, dan 15 Desember 1955 untuk   hlm. 100.                                                       74  Daniel S Lev, op, cit., hlm. 31.
                              anggota konstituante.
                                                                          57  Korupsi yang dituduhkan kepada Roeslan Abdulgani ini                75  Ali Sastroamidjojo, op, cit., hlm. 311.
                           42  Hebert Feith, op. cit., hlm. 369. Posisi walikota Jakarta Raya   dilakukan dengan wakil kepala percetakan negara Lie
                                                                                                                                                  76  Jürgen Dinkel, Bandung 1955 Mengubah “Pejuang
                              waktu itu setera dengan jabatan gubernur.       Hok Thay. Meskipun jabatan sebenarnya adalah wakil
                                                                                                                                                     Kebebasan” Menjadi Negarawan” dalam Wildan
                                                                              kepala, namun ia dikatakan mampu mempengaruhi kepala
                           43  Sudiro merupakan Gubernur Sulawesi pada periode 1 Juli                                                                Sena Utama, (2017), Konferensi Asia-Afrika 1955: Asal
                                                                              percetakan negara Piet de Queljoe.
                              1951 – 1953. Soal kebijakan Sudiro dapat dilihat dalam                                                                 Usul Intelektual dan Warisannya bagi Gerakan Global
                              Hebert Feith, The Decline of Constitutional Democracy in   58  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 354-5.               Antiimperialisme, (Tangerang Selatan: Marjin Kiri), hlm.
                                                                                                                                                     v-vi.
                              Indonesia, (Jakarta : Equinox Pub, 2007), hlm. 349. Untuk
                                                                          59  P.N.H. Simanjuntak, op. cit., hlm. 172.
                              kaitannya dengan PNI lihat dalam Hebert Feith, The                                                                  77  Wildan Sena Utama, Konferensi Asia-Afrika 1955: Asal
                              Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, (Jakarta :   60  Hebert Feith, op. cit., hlm. 491-94.                Usul Intelektual dan Warisannya bagi Gerakan Global
                              Equinox Pub, 2007), hlm. 267.                                                                                          Antiimperialisme, (Tangerang Selatan: Marjin Kiri), hlm.
                                                                          61  Deliar Noer, Mohammad Hatta: biografi politik, (Jakarta:
                                                                                                                                                     39.
                           44  Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,   LP3ES, 1990), hlm. 481-2, lihat juga dalam Mizar Djamily,
                              (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 319. Paling tidak tercatat   Mengenal Kabinet RI selama 40 tahun Indonesia merdeka,   78  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 324.
                              dua insiden yang cukup menggegerkan yakni ketika pidato   (Jakarta: Kreasi Jaya Utama, 1986), hlm. 101-2. Sergius
                              Mr. Hardi (PNI) dianggap menyerang Agama Islam,   Sutanto, Hatta: aku datang karena sejarah, (Bandung:
                              dan terbunuhnya seorang tentara yang berusaha meredam   Qanita, 2018), hlm. 13.
                              keributan massa saat demonstrasi.
                                                                          62  P.N.H. Simanjuntak, op. cit., hlm. 174.
                           45  Thomas Lindblad mengindikasikan istilah ‘Ali’ terkait
                                                                          63  Dalam otobografinya, Ali Sastroamidjojo berusaha
                              dengan nama Perdana Menteri saat itu: Ali Sastroamidjojo.
                                                                              mendudukan perkara ini secara wajar dengan mengutip
                              Sedangkan istilah baba (dari kata Babah atau Wa wa Sze)
                                                                              secara langsung surat Hatta, Ali Sastroamidjojo, Tonggak-
                              merupakan sebutan bernada derogative (merendahkan) yang
                                                                              tonggak Diperjalananku, (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm.
                              digunakan oleh orang Tionghoa kelahiran Tiongkok untuk
                                                                              368-9.
                              menyebut orang Tionghoa yang lahir di Indonesia. Lihat
                              dalam Lindblad, “The Importance of Indonesianisasi during   64  Hebert Feith, op. cit., hlm. 524.
                              the Transition from the 1930s to the 1960s”, (makalah
                                                                          65  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 352.
                              konferensi) Economic Growth and Institutional Change in
                              Indonesia in the 19th and 20th Centuries, Amsterdam, 25-26
                                                                          66  Audrey Kahin, Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra
                              February 2002, hlm. 7.
                                                                              Barat dan politik Indonesia 1926-1998, (Jakarta: Yayasan
                                                                              Obor Indonesia, 1998), hlm. 280-90.
                           46  Pencalonannya untuk anggota DPR dari tiga wilayah
                              pemilihan yakni Jakarta Raya, Jawa Barat, Sumatera tengah   67  Untuk memahami posisi Pemerintah dan Masyumi dalam
                              dan utara. Adapun untuk menjadi anggoa konstituante,
                                                                              menyeesaikan persoalan di Sumatra Tengah perlu dipahami
                              daerah yang mendukngnya adalah Jawa Timur dan Jawa   pembentukan dan kiprah Divisi Banteng pada masa revolusi
                              Barat. Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,   1945-1949 lihat dalam Audrey R. Kahin, “West Sumatra:
                              (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 339.
                                                                              Outpost of the Republic”, dalam Audrey Kahin (ed.),
                                                                              Regional dynamics of the Indonesian Revolution: unity from
                           47  Hebert Feith, op. cit., hlm. 467.
                                                                              diversity, Honolulu : University of Hawaii Press, 1985) hlm.
                           48  P.N.H. Simanjutak, Kabinet-kabinet Republik Indonesia: dari   145-168.
                              awal kemerdekaan sampai reformasi, (Jakarta: Djambatan,
                                                                          68  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 365.
                              2003), hlm. 162.
                                                                          69  Pejabat di kementrian ini sebelumnya bernama Menteri
                           49  Feith, Decline, 469.
                                                                              Negara Urusan Bekas Pejuang, yang mulai 30 April 1956
                           50  Ali Sastroamidjojo, Tonggak-tonggak Diperjalananku,   diganti menjadi Menteri Negara Urusan Veteran. P.N.H.
                              (Jakarta : PT. Kinta, 1974), hlm. 344; P.N.H. Simanjuntak,   Simanjuntak, Kabinet-kabinet Republik Indonesia: dari awal
                              Kabinet-kabinet Republik Indonesia: dari awal kemerdekaan   kemerdekaan sampai reformasi, (Jakarta : Djambatan, 2003),
                              sampai reformasi, (Jakarta : Djambatan, 2003), hlm. 162.  hlm. 164.
                           51  Sekretariat DPR-GR, Seperempat abad Dewan Perwakilan   70  Ali Sastroamidjojo, op. cit., hlm. 370-1.
                           378   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  379
   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395