Page 385 - Perdana Menteri RI Final
P. 385

dunia,  dan  mewujudkan  kemakmuran  serta   Tenggara yang baru merdeka untuk menjadi   banyaknya masalah harus diatasi terlebih dahulu
 kesejahteraan yang sedang berkembang. Dalam   kekuatan efektif baru dalam urusan dunia. Karena   untuk dapat melangsungkan konferensi semacam

 hal ini, menurut Ali Sastroamidjojo, perdamaian   terdorong oleh perkembangan situasi di Asia   itu baik dari segi teknis, juga politis terutama
 dunia hanya akan tercapai jika jurang pemisah   Tenggara yang kian memanas dengan adanya   yang berhubungan dengan besarnya keragaman
 antara  negara-negara  industrialis  dengan  krisis Vietnam, Indonesia mengusulkan untuk   sikap politik luar-negeri negara-negara yang
 negara-negara yang sedang berkembang dapat   memasukan masalah Vietnam dalam agenda   akan diundang.
 ditiadakan. 75  pembahasan. Indonesia juga mengusulkan untuk
               Respon dari para delegasi lainnya tidak
 melaksanakan konferensi yang akan dihadiri
 Kesuksesan  penyelenggaraan  KAA,  dan  menyurutkan niat Ali Sastroamidjojo yang
 kepala  pemerintahan  Mesir,  Pakistan,  India,
 kemudian  bagaimana  konferensi ini memiliki   tetap ingin melaksanakan gagasannya hingga
 Burma, Srilanka untuk membicarakan situasi di
 pengaruh besar bagi politik global menjadi   pada akhirnya, ia berhasil meyakinkan para
 Vietnam dan Afrika Utara. Empat hari sebelum
 salah satu kontribusi dan legasi terpenting dari   peserta lainnya. Bahkan kemudian pertemuan
 konferensi dimulai, usulan untuk memasukan
 Ali Sastroamidjojo. Menyitir keterangan Jürgen   ini menyatakan menerima baik sebuah usul
 krisis Vietnam sebagai agenda pembicaraan
 Dinkel, KAA disebut oleh harian di Jerman   77  bahwa Perdana Menteri Indonesia akan        Poster Konferensi Asia Afrika
 diterima.
 sebagai bukti yang meyakinkan ‘kemerdekaan   menyelidiki  kemungkinannya.  Meskipun
                                                                                             Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
 negara-negara baru ketimbang semua dokumen   Dalam prosesi keberangkatannya menghadiri   demikian, tidak dapat dipungkiri kesepakatan

 resmi,  statuta,  dan  konstitusi  yang  telah   Konferensi Colombo yang dihelat di lapangan   ini masih menyisakan keraguan terutama
 76
 ditandatangani sejauh ini”.  Lebih dari itu,   terbang  Kemayoran,  Ali  Sastroamidjojo  menyangkut kemampuan Indonesia, yang   KAA  di Bandung hanyalah  strategi politik
 KAA menjadi “momen” penting bagi diplomasi   menjelaskan di hadapan para pewarta bahwa salah   saat itu berada dalam kondisi yang serba tidak   pencitraan oleh pemerintah yang berbiaya mahal
 internasional abad ke-20 yang sekaligus   satu misinya adalah untuk menggalang dukungan   stabil baik secara ekonomi maupun politik,   untuk menutupi berbagai kelemahan maupun
 menegaskan  tampilnya  negara-negara  bekas   untuk  penyelenggaraan  konferensi  yang  lebih   untuk menyelenggarakan konferensi besar yang   kegagalannya. Meskipun demikian, pemerintah
 jajahan dalam kancah politik internasional pada   luas yang menghadirkan negara-negara Asia dan   mempertemukan negara-negara dari benua Asia   berhasil meyakinkan parlemen akan arti penting
 masa  itu  dengan  mengusung  gerakan-gerakan   Afrika. Gagasan ini memperoleh kesempatan   dan Afrika.  penyelenggaraan  KAA  bagi  Indonesia  dan
 antikolonial yang dampaknya bisa bertahan   untuk diperdengarkan pada sesi keenam   perdamaian dunia. Bahkan, dua partai oposisi
 Konferensi Colombo. Ali Sastroamidjojo yang   Sejumlah keraguan juga muncul dari dalam   kemudian turut serta mengirimkan wakilnya
 lama.
 mewakili Indonesia menyodorkan ide mengenai   negeri. Berbagai kalangan meragukan kesiapan   yakni PSI dan Partai Katholik yang menunjuk
 Gagasan penyelenggaraan KAA tercetus untuk   Konferensi Asia-Afrika yang “sama hakekatnya   pemerintah untuk menyediakan fasilitas dan   Sudjatmoko dan Sutarto Hadisudibjo. 78
 pertama kalinya dalam Konferensi Colombo yang   dengan konferensi sekarang ini, tetapi lebih luas   mencukupi seluruh kebutuhan KAA mengingat
 dihelat atas inisiatif Perdana Menteri Sri Lanka   jangkauannya dengan tidak hanya mencakup   waktu itu fasilitas yang dimiliki Indonesia   Kekhawatiran akan gangguan keamanan selama
 John Kotelawala di Kandy, Sri Lanka pada 1954.   negara-negara Asia tetapi juga negara-negara   masih terbilang minim. Selain itu, banyak   penyelenggaraan  konferensi ini tidak pernah
 Konferensi Colombo yang mempertemukan lima   Afrika lainnya”. Bagi Ali Sastroamidjojo KAA   pula pandangan yang juga mengkhawatirkan   terbukti. Begitu juga dengan kekhawatiran

 negara yang dikenal sebagai “Colombo Powers”,   dapat diselenggarakan dengan sponsor dari   kondisi keamanan dalam negeri yang kala itu   lainnya. Nehru yang memperoleh laporan dari
 yakni Burma, Indonesia, India, Sri Lanka, dan   Colombo Powers, dan Indonesia akan siap   masih belum stabil karena kerap memperoleh   duta besarnya di Jakarta tentang sejumlah
 Pakistan—di Colombo mulanya dirancang   menjadi tuan rumahnya. Gagasannya tidak   gangguan dari kelompok-kelompok bersenjata.   kendala yang dihadapi penyelenggara KAA
 sebagai pertemuan yang bersifat informal—  langsung diterima oleh para peserta lainnya.   Ada juga komentar-komentar tajam yang   sempat meminta Mohamad Jusuf untuk
 sebagaimana saran tuan rumah pertemuan ini—  U Nu dan Moh. Ali tampak ragu-ragu tetapi   menjadikan gagasan Perdana Menteri ini sebagai   memberikan asistensi  teknis kepada  Indonesia.
 dan tidak memiliki agenda pasti kecuali untuk   tidak berani menolak secara terang-terangan.   bahan kritik bagi pemerintah. Kelompok oposisi   Salah satu usulannya ialah membangun
 memperlihatkan sebuah blok negara-negara Asia   Nehru merespon dengan lebih skeptis mengingat   menuduh bahwa gagasan untuk menghelat   perkemahan berukuran besar di alun-alun untuk





 372  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  373
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390