Page 381 - Perdana Menteri RI Final
P. 381

partai ini hanya memiliki empat wakil di DPR.   dari Barat, yang terbukti tidak sesuai dengan   familie aan tafel: alle leden van de vamilie aan   Samuel yang menjabat sebagai Panglima
 Hanya saja, keluarnya IPKI dari koalisi menjadi   iklim politik Indonesia. Oleh karenanya,   de eettafel en aan de werktafel” (Semua adalah   Teritorium VII mengumumkan keadaan
 awal dari perpecahan di tubuh kabinet Ali-  Sukarno memandang perlunya untuk kembali   anggota keluarga di meja: semua adalah   darurat perang untuk seluruh wilayah

 Roem-Idham.  pada bentuk demokrasi asli yang sesuai   anggota keluarga di meja makan dan di meja   kekuasaannya di Ujung Pandang (Makasar).
 dengan karakter bangsa Indonesia, dimana   kerja) tanpa pengecualian bagi siapapun.    Bersamaan dengan itu, diumumkan pula
                                                         73
 AKHIR KABINET ALI II DAN LAHIRNYA   partai-partai  dapat  duduk  bersama  untuk   Kedua, perlunya dibentuk Dewan Nasional   Piagam Perjuangan Semesta (Permesta) untuk
 DEMOKRASI TERPIMPIN  menyelesaikan  masalah,  dan  bukannya  yang mewakili seluruh golongan fungsional   wilayah Indonesia bagian timur. Secara teknis,

 melakukan oposisi. Dalam suatu rapat umum   yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini,   gerakan ini mengambil alih otoritas sipil di
 Perpecahan  di  tubuh  kabinet  tidak  dapat
 di Bandung yang dihelat pada awal 1957,   Dewan Nasional adalah representasi dari   Bali, Nusa Tenggara dan Maluku. Gerakan
 diselamatkan lagi setelah Masyumi yang
 Sukarno lebih tegas menyatakan bahwa ia   rakyat, sedangkan kabinet adalah representasi   Permesta kemudian menyatakan bergabung
 melakukan konggres pada akhir Desember
 akan mengintervensi pemerintahan untuk                        dengan PRRI yang pembentukannya telah
 memutuskan untuk menarik seluruh menterinya   dari parlemen.
 71
 dari kabinet. Saat M. Roem menyampaikan   menghentikan segala kekacauan.  Sukarno   diumumkan terlebih dahulu pada 15 Februari.
 beralasan tindakan ini diperlukan atas dasar   Tanggapan atas konsepsi yang diajukan
 keputusan Masyumi kepada Perdana Menteri,                     Bagi Ali Sastroamidjojo, kondisi politik
 Ali Sastroamidjojo menyatakan kekecewaannya   pertimbangan kondisi yang berkembang saat   Sukarno tidaklah begitu baik terutama   saat itu sudah tidak lagi memungkinkannya
 dengan mengatakan bahwa keluarnya Masyumi   itu dimana terjadi pepecahan dan kekacauan   menyangkut gagasan yang pertama tentang
               pembentukan kabinet yang mengikutsertakan       untuk memimpin pemerintahan. Di samping
 dari pemerintahan adalah suatu kesalahan   politik, serta ia juga mengkhawatirkan
               semua partai. Gagasan ini hanya memperoleh      situasi semakin memburuk dengan munculnya
 yang akan memuluskan langkah PKI, karena   bahwa tentara akan mengambil alih jika   kekuatan anti pemerintah di berbagai daerah,
 yang mereka incar adalah pecahnya koalisi   kegaduhan poitik tidak segera ditemukan   dukungan dari PKI, PNI, Murba, Baperki,
 PNI-Masyumi.  Perpecahan  ini  menyebabkan   penyelesaiannya. 72  dan Persatuan Pegawai-pegawai Kepolisian   kabinetnya juga semakin lemah dengan
               Negara, sedangkan sisanya dari keseluruhan      keluarnya NU yang jengkel atas konsepsi
 dukungan parlemen terhadap kabinet berkurang
 Pada bulan Februari, keinginan Sukarno   yang ada menolak. Salah satu poin penting   presiden, dan partai Islam lainnya yakni PSII.
 secara drastis mengingat Masyumi memiliki
 semakin jelas. Presiden yang saat itu baru                    Pada 14 Maret, Ali Sastroamidjojo menghadap
 57 suara dalam DPR. Ali Sastroamidjojoendiri   dari penolakan tersebut adalah besarnya
 saja pulang dari kunjungan ke Tiongkok,                       presiden untuk mengembalikan mandat. Hari
 berpikir untuk meletakan jabatannya saat itu   keengganan untuk bekerja sama dengan—
 Soviet, dan sejumlah negara Eropa Timur   terlebih lagi untuk mengikutsertakan—PKI   itu menjadi hari terakhirnya sebagai perdana
 juga, namun PNI dan NU mendesaknya untuk
 lainnya mengemukakan gagasannya yang   dalam kabinet. Selain muncul dari partai   menteri untuk kali kedua, sekaligus hari
 tetap mempertahankan kabinet. 70
 dikenal dengan ‘konsepsi’—istilah yang   politik, penolakan juga muncul dari kalangan   ketika keadaan SOB (staat van oorlog en beleg)
 Masalah baru kemudian muncul, kali ini   sudah muncul, dan telah menjadi rumor sejak   militer dan tokoh-tokoh daerah. Pada sisi   yang menunjukan situasi darurat untuk negara
 datang dari sikap politik Presiden Sukarno.   akhir 1956. Pada dasarnya konsepsi Sukarno   lain, Daniel S. Lev menyebutkan bahwa   ditetapkan. Adapun, surat keputusan presiden

 Sejak oktober 1956, Sukarno telah mengkritik   berisi dua hal utama. Pertama, kabinet harus   penolakan untuk memasukan PKI dalam   tentang SOB yang dikeluarkan pada hari itu
 habis praktek demokrasi dengan menimpakan   dibentuk atas perwakilan semua partai, bukan   kabinet adalah strategi yang salah bagi partai-  adalah dokumen terakhir yang ditandatangani
 kesalahan  pada usulan  pembentukan  partai-  seperti yang terjadi dalam pemerintahan saat   partai anti-komunis karena dengan demikian   Ali Sastroamidjojo selaku Perdana Menteri,
 partai politik yang digagas Hatta pada awal   itu yang diibaratkannya seperti kuda dengan   sekaligus Menteri Pertahanan  ad interim.
               mereka mengizinkan presiden mengontrol
 kemerdekaan, di tahun 1945. Lebih lanjut ia   tiga kaki—merujuk pada koalisi tiga partai   74  Ali Sastroamidjojo yang membangun kabinet
               pemerintahan.
 menyebut bahwa partai-partai politik adalah   utama pendukung Ali Sastroamidjojo. Bagi   dengan rasa percaya diri karena didukung
 sumber penyakit, yang menyebabkan bangsa   Sukarno, kabinet yang tersusun nantinya   Memasuki bulan Maret 1957, kondisi dalam   oleh mayoritas anggota parlemen yang
 Indonesia terpecah-pecah. Sukarno melihat   akan bekerja secara gotong-royong, yang dalam   negeri semakin gawat. Di berbagai tempat   dipilih pilihan rakyat melalui pemilu yang
 bahwa demokrasi yang sedang diterapkan di   retorika indah khas Sukarno dikatakan dengan   tentangan-tentangan terhadap pemerintah   demokratis, terpaksa mengakhiri jabatannya
 Indonesia merupakan sistem yang diimpor   mengutip pribahasa Belanda“alle leden van de   pusat semakin gencar disuarakan. Vintje   karena paremen dianggap menjadi biang





 368  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  369
   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386