Page 386 - Perdana Menteri RI Final
P. 386
menampung para peserta konferensi untuk Ali Sastroamidjojo sebagai wakil Indonesia terus
mensiasati kekurangan akomodasi. Namun, Ali berlanjut bahkan setelah ia tidak lagi menjabat
Sastroamidjojo tidak dapat menerima usulan ini Perdana Menteri. Ali Sastroamidjojo terlibat
untuk menampung para pejabat negara undangan dalam berbagai resolusi perdamaian untuk
dalam tenda. Oleh karenanya, pemerintah mengatasi krisis Suez, dan krisis Hongaria.
mempersiapkan sejumlah hotel, penginapan Ketika ia menjabat sebagai diplomat PBB, lebih
dan gedung-gedung di Bandung untuk banyak lagi masalah-masalah internasional yang
pelaksanaan konferensi itu. Ali Sastroamidjojo ia tangani.
bahkan sempat menolak usulan Sukarno
Dari pada itu, salah satu usaha paling menarik
yang sekitar sepuluh hari sebelum konferensi
pernah dilakukan Ali Sasatroamidjojo
dimulai melakukan inspeksi terhadap persiapan
bersama dengan Nehru yang menginisiasi
penyelenggaraan acara ini, yang menginginkan
serangkaian usaha untuk mendekatkan Peking
perubah arsitektural sejumlah bagian bangunan
dan Washington. Langkah ini diambil untuk
Ali Sastroamidjojo dalam Konferensi Asia Afrika.
Gedung Merdeka (semula bernama Concordia)
meredakan kekhawatiran internasional akan
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan dibuatnya restoran yang besar. Meskipun
pecahnya krisis dunia yang melibatkan dua
cukup kecewa, Presiden yang juga arsitek itu
negara tersebut. Meskipun keduanya boleh
dapat memahami alasan Perdana Menteri yang
dibilang tidak terlalu berhasil, usaha ini sangat
menyatakan tidak cukup waktu dan tidak ada
patut dihargai. Bagaimana tidak, Indonesia dan
dana untuk mewujudkan keinginan Sukarno
India yang keduanya merupakan bekas jajahan
tersebut.
berani mengambil langkah-langkah aktif untuk
memperoleh resolusi atas ketegangan dua negara
KAA yang dicetuskan Ali Sastroamidjojo menjadi
besar adidaya.
momentum bersejarah bagi usaha mewujudkan
perdamaian dunia ditengah krisis Perang
PENUTUP
Dingin waktu itu. Pada sisi lain, kesuksesan
menyelenggarakan KAA turut mengharumkan Dua kali, nama Ali Sastroamidjojo tercatat
nama Indonesia atas komitmennya yang tinggi sebagai Perdana Menteri pada suatu era ketika
terhadap terciptanya perdamaian dunia, dan Indonesia mencari jalan terbaik untuk dapat
sikap politiknya yang anti penjajahan. KAA menerapkan sistem demokrasi. Akhir dari masa
juga menepis keraguan baik yang dirasakan baktinya sebagai Perdana Menteri untuk kali
oleh para delegasi negara peserta maupun yang kedua sekaligus menandai transisi penting
yang mengemuka di dalam negeri, sekaligus dalam sejarah politik Indonesia yakni lahirnya
menunjukan betapa bangsa ini bermartabat. Bagi demokrasi terpimpin. Seperti yang ia sendiri
Ali Sastroamidjojo sendiri, KAA jalan pembuka akui, selama dua periode masa kerjanya sebagai
Penyelenggaraan KAA dianggap sebagai salah bagi kiprah yang lebih besar seorang putra Perdana Menteri masih menyisakan sejumlah
satu prestasi terbesar Perdana Menteri Ali
bangsa Indonesia dalam memelihara perdamaian masalah tak terselesaikan terutama terkait dengan
Sastroamidjojo.
dunia yang didasarkan pada semangat kebebasan isu-isu domestik. Meskipun demikian, banyak
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
dan perjuangan melawan imperialisme. Kiprah pula prestasi yang berhasil ditorehkan selama dua
374 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 375

